EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan bergerak negatif. Mengikuti pergerakan bursa regional. Investor asing, dan pergerakan harga komoditas akan mewarnai pergerakan IHSG. ”IHSG akan bergerak pada rentang support 7.010, dan resisten 7.120,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia.
IHSG secara teknikal, menguji resistance 7.300 namun belum berhasil. Membentuk patern seperti evening star, diikuti stochastic yang dead cross, namun belum mengarah ke bawah. Beberapa saham berpotensi naik antara lain MTDL, ACST, BBNI, BBTN, EXCL, PWON, UNVR, dan BFIN.
Akhir pekan lalu, IHSG drop 1,34 persen menjadi 7.086,64. Itu ditopang sektor transportasi turun 2,19 persen, industri meluruh 2,17 persen, dan konsumsi bahan primer minus 1,87 persen. Investor asing membukukan net sell Rp360,12 miliar dengan saham paling banyak dilepas BBNI, BBCA, dan TLKM.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street melanjutkan koreksi tajam. Itu menyusul kecemasan investor soal rilis inflasi Mei lalu tertinggi sejak 40 tahun terakhir, menyentuh level 8,6 persen lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Kenaikan di atas ekspektasi itu, membuat The Fed menentukan sikap pump the brakes on the economy even harder.
Yaitu menaikkan suku bunga yang kemungkinan sesuai ekspektasikan para pelaku pasar 50 bps. Terlebih pendorong inflasi AS karena lonjakan harga komoditas energy tidak terkontrol. Bursa Asia pagi ini menyusur zona merah. Indeks Nikkei tekor 2,45 persen, dan indeks Kospi minus 2,23 persen. Pelemahan bursa regional akibat kekhawatiran inflasi. (*)
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





