Ikuti Jejak Bursa Asia, IHSG Bergerak Mixed

Para pelaku pasar tengah serius mengamati pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan kemarin susut 1,39 persen menjadi 7.157. koreksi itu, dipimpin saham-saham sektor industrial 2,32 persen, dan basic materials 1,87 persen. Asing membukukan net sell Rp1,54 triliun di pasar reguler.
Saham paling banyak dijual pemodal asing seperti BBRI, BBCA, BBNI, ADRO, dan UNTR. Pemicu pelemahan indeks didorong pasar cenderung menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI). Di mana, pasar memperkirakan BI tetap menahan suku bunga di level 6 persen.
Keputusan itu, diambil di tengah lonjakan outflow asing, dan rupiah terdepresiasi hingga Rp16 ribu per dolar Amerika Serikat (USD). Itu berpotensi untuk menahan laju pertumbuhan konsumsi masyarakat. Secara teknikal, IHSG melanjutkan pelemahan, dan breakdown dari level MA20.
Sementara indicator stochastic masih membentuk death cross sehingga IHSG berpotensi menguji support. Yaitu, IHSG akan bergerak mixed dengan cenderung melemah pada support level 7.060, dan resistance level 7.210. Kondisi itu, didorong pelemahan mayoritas harga komoditas, pasar menanti keputusan suku bunga BI, dan perkembangan rupiah.
Berdasar data dan fakta itu, Reliance Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham berikut. Yaitu, Adaro Energy (ADRO), Barito Pacific (BRPT), Sariguna (CLEO), dan Maharaksa Biru Energi (OASA). Pagi ini, bursa Asia mayoritas bergerak mixed. Indeks Nikkei 225 susut 0,63 persen, dan indek Kospi surplus 0,75 persen. November 2024 Jepang mencatat ekspor tumbuh 3,8 persen yoy, dan impor terkontraksi 3,8 persen yoy.
Sementara itu, mayoritas indeks utama Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Data retail sales US menunjukkan penguatan. Di mana, pada November 2024 tumbuh 0,7 persen mom/3,8 persen yoy dari edisi Oktober 2024 0,5 persen mom/2,9 persen yoy. Sementara, 97 persen pasar mengekspektasi penurunan suku bunga The Fed 25 bps menjadi 4,75 persen. (*)
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker