EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak mix cenderung melemah. Kondisi tersebut mengikuti alur sentimen bursa regional. Secara internal, sentimen negatif dari PMI Indonesia mengalami pelambatan.
Selanjutnya, kekhawatiran pada penurunan permintaan dari global. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.990, dan resisten 7.085,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas, Jumat (2/12).
Secara teknikal, Indeks membentuk candle bearish, dan bergerak sideways. Stochastic mulai membentuk golden cross. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain BBRI, PTRO, ADRO, BBNI, HRUM, AGII, MAPI, ARKO, dan PTBA.
Menyudahi perdagangan kemarin, Indeks susut 0,85 persen menjadi 7.020. Beberapa sektor mengalami koreksi antara lain financial turun 1,47 persen, technology minus 1,47 persen, dan consumer non-cyclical merosot 0,53 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp576,73 miliar. Saham paling banyak dijual investor asing BBCA, TLKM, ASII, GGRM, dan GOTO.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) ditutup mix. Pasar mencermati rilis ISM Manufacturing PMI berada pada zona kontraksi untuk kali pertama sejak 2020 sebesar 49 poin pada November. Kemudian data personal income naik menjadi 0,7 persen MoM pada Oktober.
Pagi ini, bursa Asia diperdagangkan di zona merah. Indeks Nikkei 225 melemah 1,44 persen, dan indeks Kospi juga melepuh 0,79 persen. Pagi ini, Korea merilis inflasi pada November 2022 mulai melandai menjadi 5 persen YoY dari bulan sebelumnya 5,7 persen YoY. (*)
Related News
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000





