EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis. Itu pasca-rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang menunjukkan inflasi masih mengalami kenaikan. Data PCE merupakan indikator inflasi favorit The Fed dalam melakukan proyeksi, dan penentuan kebijakan moneter.

Pada Juli lalu tercatat mengalami kenaikan 0,2 persen mom (sebelumnya minus 0,1 mom), dan secara tahunan naik surplus 3,7 persen yoy (sebelumnya melonjak 3,7 persen yoy). Angka Juli itu, baik secara mom maupun yoy sedikit lebih tinggi dari perkiraan dengan prediksi naik 0,1 persen mom/ naik 3,6 persen yoy.

Sementara itu, jika mengeluarkan komponen harga energi dan makanan makan PCE inti Juli mengalami kenaikan 0,2 persen mom lebih tinggi dari sebelumnya naik 0,1 persen mom namun sejalan dengan ekspektasi, begitu juga inflasi inti tahunan sama dengan perkiraan naik 3,3 persen yoy.

Koreksi indeks bursa Wall Street, penurunan harga sebagian besar komoditas, aksi jual investor asing berlanjut, dan sikap investor cenderung hati-hati mencermati kondisi aksi demonstrasi masyarakat diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

IHSG diprediksi bergerak melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 6.345-6.285, dan resistance 6.465-6.530. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Indofood (ICBP), BFI Finance (BFIN), XLSmart (EXCL), Map Aktif (MAPA), Merdeka (MDKA), dan Triputra Agro (TAPG). (*)