INET Pengendali Baru, Persada (PADA) Ungkap Rencana Strategis
Pengurus Persada di sela-sela pelaksanaan rapat umum pemegang saham perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Personel Alih Daya alias Persada (PADA) bakal mempunyai pengendali baru. Ya, Sinergi Inti (INET) dipastikan akan menjelma sebagai pengendali perseroan. Itu menyusul akuisisi 53,57 persen saham Koperasi Pegawai Indonesia (Kopindosat) oleh INET.
Pengambilan 1,68 miliar saham Kopindosat untuk membuka peluang sinergi dengan strategic partner dalam menggarap pasar jasa outsourcing bidang telekomunikasi, dan digital atau internet. Dengan begitu, diharap mengakselerasi pertumbuhan dan ekspansi bisnis di masa mendatang.
Perseroan telah berpengalaman 19 tahun dalam penyediaan jasa outsourcing dengan keunggulan memiliki solusi layanan bisnis terintegrasi beragam. Meliputi lini bisnis technical service, jasa call center, jasa keamanan, jasa layanan perkantoran, jasa kurir, serta training, dan executive search.
Sampai saat ini, pengambilalihan masih dalam tahap diskusi. Namun, perseroan memastikan setiap langkah, dan proses akan dilaksanakan sesuai ketentua berlaku. Tahapan transaksi saat ini baru pada penandatangan indiccative termsheet, sedang dilakukan proses due dilegence, dan belum teken conditional share purchase agreement (CSPA).
”Tahapan pengambilalihan meliputi penandatangan indicative termsheet sudah selesai, penandatanganan CSPA, dan pelaksanaan settlement transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI),” tegas Cahyanul Uswah, Direktur Utama Persada.
Menyusul transaksi itu, pengendali baru akan melakukan tender wajib. Lalu, penyesuaian, dan penerapan strategi bisnis untuk mencapai sinergi, dan efisiensi. Dan, pastinya setelah transaksi beres, perseroan tidak akan undur diri alias delisting dari lintasan pasar modal indonesia.
Persada menjelaskan rencana strategis dari calon pengendali baru terhadap bisnis, dan kegiatan usaha utama sebagai berikut. Melakukan sinergi, dan integrasi berkesinambungan untuk ekspansi bidang Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya bidang telekomunikasi, dan internet.
Memberi dukungan operasional kepada perseroan agar berkembang, meningkatkan kinerja, dan layanan pada klien-klien potensial dengan harapan makin tinggi cakupan wilayah perseroan sehingga meningkatkan skala operasional, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat posisi perseroan di industri jasa korporasi.
Dengan melakukan sinergi, dan integrasi sistem, infrastruktur, dan manajemen perseroan dengan pengendali baru, diiharap menghasilkan efisiensi biaya operasional secara signifikan, dan peningkatan produktivitas lintas unit usaha. Komplementer portofolio klien masing-masing. Di mana, perseroan memiliki basis klien kuat, dan terdiversifikasi diberbagai sektor industri.
Meliputi perusahaan mulltinasional, pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan-perusahaan swasta lainnya. Sementara calon pengendali baru memilik basis klien sektor teknologi dan digital. (*)
Related News
Penjualan MDLA Nyaris Flat di 2025, Laba Justru Naik 13,69 Persen
KB Bank Pertahankan Peringkat Tertinggi AA(idn) dari Fitch Ratings
Melesat Dua Digit! ERAA Raup Penjualan Rp76,6T di 2025, Laba Rp1,19T
BUMI Bukukan Laba USD81,01 Juta, Melonjak 20,07 Persen di 2025
Pendapatan Tergerus, Laba APLI 2025 Menyusut Tajam 66,82 Persen
Suspensi Dicabut, Tapi Saham Multipolar (MLPT) Rontok 14 Persen





