INET Reorganisasi Kerja Sama dengan Group WIFI dari IJE ke JIA
ilustrasi uang. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melakukan langkah strategis dengan melakukan penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit. Langkah ini menandai pergeseran kolaborasi dari level entitas anak ke level entitas induk guna mencakup pasar yang lebih luas, meliputi Fiber to the Home (FTTH) hingga Fixed Wireless Access (FWA) dari sebelumnya hanya dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) ke Induk usahanya yaitu PT Jaringan Infra Andalan (JIA) dibawah naungan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited tahun buku 2025 (Catatan 32 – Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan), emiten penyedia jasa infrastruktur konektivitas ini mengonfirmasi adanya novasi atau pembaruan skema kontrak kerja sama.
Strategi Konsolidasi di Level Induk
Penyesuaian ini melibatkan pengalihan fokus kerja sama ke PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yang merupakan entitas induk dari PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). JIA merupakan pemegang kendali atas lini bisnis FTTH (melalui IJE) dan lini bisnis FWA (melalui entitas usaha lain seperti Telemedia).
"Struktur kerja sama pada level entitas induk (JIA) ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya. Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA," demikian intisari penjelasan perusahaan ujar Arki Rifazka Sekertaris PerusahaanPT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Penyesuaian Administrasi dan Finansial
Sebagai bagian dari restrukturisasi kontrak tersebut, INET melakukan beberapa langkah administratif sebagai berikut:
Pembatalan Perjanjian IJE: Pada 2 Januari 2026, INET dan IJE sepakat membatalkan perjanjian infrastruktur kabel fiber optik tahun 2025. Sehubungan dengan ini, INET telah menerima kembali seluruh uang jaminan sebesar Rp61 miliar pada 6 Januari 2026.
Pengakhiran Layanan PFI - IJE: Entitas anak INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), juga mengakhiri perjanjian layanan IP Transit dengan IJE pada Februari 2026. PFI telah mengembalikan uang muka sebesar Rp48,51 miliar pada 23 Februari 2026.
Addendum JIA: Di saat yang sama, pada 6 Februari 2026, PFI menandatangani addendum perjanjian layanan IP Transit dengan PT Jaringan Infra Andalan (JIA). Dalam kesepakatan baru ini, nilai uang jaminan disesuaikan menjadi Rp269,23 miliar.
Komitmen Keberlanjutan Bisnis
Manajemen INET menegaskan bahwa rangkaian transaksi ini harus dipahami sebagai penyesuaian struktur kerja sama dan hubungan kontraktual, bukan penghentian kerja sama tanpa keberlanjutan. Perubahan ini murni didasarkan pada pertimbangan bisnis dan operasional untuk memperkuat posisi INET sebagai pemasok bandwidth utama bagi grup usaha di bawah JIA, termasuk entitas usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Secara struktur, PT Jaringan Infra Andalan (JIA) merupakan entitas langsung PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan porsi kepemilikan saham langsung 99,99 persen. Lalu di bawah JIA ada PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) dengan porsi kepemilikan saham 50,84 persen dan JIA juga menjadi entitas induk untuk PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) dengan porsi 99,9 persen melalui PT Dharma Sinar Semesta (DSS) melalui PT Investasi Jaringan Nusantara (IJN). Maka dengan mengikat kerjasama dengan JAI, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) secara tidak langsung telah bekerjasama dengan 4 entitas langsung JIA.
Perseroan mengimbau para pemangku kepentingan dan investor untuk merujuk langsung pada dokumen laporan keuangan resmi guna mendapatkan substansi peristiwa secara utuh dan akurat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah komersial yang lebih signifikan bagi Perseroan di masa depan melalui ekosistem JIA yang lebih luas.
Related News
RUPST Bank Mega (MEGA) Setujui Dividen Rp2T dan Saham Bonus Rp5,87T
BREN Akhiri Buyback Satu Bulan Lebih Cepat, Ini Alasannya
Emiten Haji Isam (TEBE) Bagi Dividen Jumbo, Yield Capai 12,33 Persen!
Penjualan Turun, Laba Gudang Garam (GGRM) Menggunung Rp1,55T di 2025
Strategi Dana Murah Dukung BJTM Raih Kenaikan Laba 20,6 Persen di 2025
Laba BKSL Meledak 4.686 Persen, Pendapatan Tembus Rp2,76T di 2025





