Injeksi HighPeak Rp3,6 Triliun, Saham Grup Bakrie ini Siap Manggung
:
0
Petugas lapangan tengah mengecek instalasi minyak dan gas perseroan. Foto - Dok ENRG
EmitenNews.com - Energi Mega Persada (ENRG) menginjeksi HighPeak Energy, Inc. (HighPeak) USD200 juta alias Rp3,6 triliun. Transaksi itu dilakukan melalui pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan HighPeak. Penyertaan itu, telah diteken bersama HighPeak, perusahaan tercatat di Nasdaq, dan bergerak bidang minyak, dan gas Amerika Serikat.
Berdasar ketentuan telah disepakati, saham preferen tersebut dapat dikonversi menjadi saham biasa HighPeak sesuai mekanisme, dan ketentuan konversi berlaku. HighPeak, perusahaan minyak dan gas berkantor pusat di Fort Worth, Texas. Perusahaan fokus pada pengembangan, dan eksplorasi hidrokarbon di Midland Basin, West Texas.
Medio 2026, HighPeak mencatat rata-rata volume penjualan harian sekitar 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD). Pertumbuhan ENRG akan tetap fokus pada kombinasi ekspansi organik, dan anorganik. ”Kami akan terus fokus meningkatkan produksi, dan mengoptimalkan nilai dari aset-aset yang operasikan saat ini, sekaligus secara disiplin mencari peluang pertumbuhan anorganik, baik Indonesia maupun pasar globbal,” tegas Syailendar S. Bakrie.
ENRG meyakini investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut, dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang signifikan bagi para pemegang saham perseroan, didukung pengalaman manajemen, dan kapabilitas operasional HighPeak.
”Kami berharap dapat memperoleh sinergi dalam bentuk transfer pengetahuan teknis maupun nilai tambah antara portofolio perseroan yang ada dengan aset-aset HighPeak, terutama melalui ekposur terhadap praktik operasional, teknologi, dan kapabilitas di industri hulu Amerika Utara. Investasi ENRG akan didanai secara independen, sehingga tetap dapat mengoptimalkan peluang reinvestasi ke depan sekaligus menjaga disiplin dalam alokasi modal,” imbuhnya.
Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. bertindak sebagai penasihat keuangan, sedangkan Milbank LLP bertindak sebagai penasihat hukum ENRG atas transaksi tersebut. ENRG merupakan perusahaan minyak dan gas bumi hulu didirikan pada 2001, dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. ENRG saat ini mengoperasikan 13 wilayah kerja minyak, dan gas bumi tersebar di Sumatra, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Mozambik (Afrika).
Dengan sembilan aset telah berproduksi, dua aset dalam tahap pengembangan, dan dua aset dalam tahap eksplorasi, ENRG berperan penting dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia. Per Juni 2026, ENRG memiliki total basis cadangan, dan sumber daya 427 MMBOE. Terdiri dari 223 MMBOE cadangan 2P, dan 204 MMBOE sumber daya 2C.
Sumber daya 2C tersebut terutama berasal dari gas belum memiliki kontrak penjualan serta temuan minyak belum dikembangkan, sehingga memberikan potensi signifikan untuk monetisasi di masa mendatang, dan pertumbuhan produksi.
Menyusul transaksi itu, ledakan saham Grup Bakrie tersebut tidak terelakkan. Melejit 4,85 persen setara 50 poin menjadi Rp1.080. Lima hari terakhir, saham ENRG menanjak 9,20 persen atau 91 poin dari 30 September 2026 di level Rp989.
Kalau dikalkulasi dalam tempo satu tahun terakhir, saham ENRG telah melonjak 58,12 persen alias 396,96 poin dari edisi 7 Oktober 2025 di level Rp683. ENEG dibekali nilai kapitalisasi pasar Rp43,03 triliun dengan price earning rasio 15,64 kali. (*)
Related News
Jababeka (KIJA) dari Kawasan Industri ke Ekosistem Entrepreneur
Tambah Modal Simas Bank Timor Leste, SMMA Perkuat Operasional
BLOG Sudah Pakai Semua Dana IPO, Terbesar Rp92M Simpan Sini Aja
Perluas Akses Nasabah, BNI (BBNI) Pasarkan SBR015 Lewat wondr by BNI
Pembiayaan BSI (BRIS) Tumbuh Lebih Agresif, Capai Rp344 Triliun
Dirut Intikeramik (IKAI) Perdana Borong 5 Juta Saham, Saham Ikut Naik





