Iringi Wall Street, Laju IHSG Belum Terbendung
:
0
Para pelaku pasar tengah serius mengamati pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat tipis. Itu seiring sikap investor mulai mengabaikan kekhawatiran perang dagang, dan inflasi. Apalagi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum secara efektif menerapkan kebijakan tarif impor resiprokal.
Sektor energi melejit 1,9 persen berhasil menjadi penopang terbesar bagi penguatan indeks S&P500. Sementara itu, sektor konsumer kebutuhan barang sekunder minus 1 persen, dan jasa telekomunikasi menukik 1,2 persen menjadi pengganjal bagi penguatan indeks.
Lompatan indeks bursa Wall Street, aksi beli investor asing semarak, dan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, emas, gas, timah, tembaga melejit, diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Investor menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan.
Menurut konsensus BI masih akan dipertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen. So, sepanjang perdagangan Rabu, 19 Februari 2024, Indeks diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.830-6.785, dan resistance level di kisaran 6.920-6.960.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan pelaku pasar untuk menjalan sejumlah saham berikut. Yaitu, Bank BRI (BBRI), BSI (BRIS), BTPN Syariah (BTPS), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Rukun Raharja (RAJA), dan J Resources (PSAB). (*)
Related News
SIG Tuban Gunakan 400 Ton Sekam Per Hari untuk Bahan Bakar
TelkomGroup dan Danantara Siapkan Data Center, Kapasitas Hingga 1 GW
Pemanfaatan AI BUMN Bakal Telan 70% Kapasitas Data Center
Aprlikasi Trading HSB Investasi Sentuh 17 Juta Unduhan
Reformasi TOPIX, Bursa Efek Tokyo Pangkas Konstituen Jadi 900
DPR-Pemerintah Sepakat Pangkas Subsidi Energi 2027 Rp11,4 Triliun





