EmitenNews.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyatakan memasuki tahun 2021 tidak akan agresif mengikuti tender proyek-proyek jalan tol baru dan justru akan cenderung fokus untuk menyelesaikan pembangunan konsesi tol yang telah ada di pipeline. Hal itu diungkapkan Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto saat menjadi narasumber di webinar Samuel Sekuritas, Senin (14/12). Adri mengatakan bahwa Jasa Marga akan melihat kemampuan keuangan dengan rencana ekspansi dan kelayakan proyek. Kendati demikian, Adri menyatakan bahwa kesempatan mengambil tender proyek baru hanya sebagai insiatif perseroan seperti yang dilakukan Marga pada usulan perluasan jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas). "Kalau pun kami memilih ikut tender sudah pasti akan menang, karena faktor competitive advantage, dimana jaringan tol sudah banyak," kata Adri. Ia memaparkan, untuk tahun 2021 nanti Jasa Marga justru akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp7,75 triliun, yang sebagian dari anggaran itu digunakan untuk untuk menambah panjang empat ruas jalan tol. "Targetnya sekitar 70 kilometer (km). Kami akan melanjutkan pembangunan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 untuk ruas Kunciran-Cengkareng sepanjang 14,19 km dan ruas Cinere-Serpong sepanjang 10,14 km. Kemudian, membangun tol Balikpapan-Samarinda seksi I dan V sepanjang 33,12 km, serta jalan tol Danowudu-Bitung sepanjang 12,65 km. Biaya ekspansi jalan tol tanpa jembatan sekitar Rp 100 miliar per km. Jika ada jembatan seperti di jalan tol elevated biayanya Rp 300 miliar per km," ujarnya. Selain itu, fokus Jasa Marga di tahun 2021 yang lain adalah menjaga posisi keuangan dengan struktur modal yang lebih baik. Tak bisa dipungkiri pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia sangat berdampak terhadap keuangan Jasa Marga, terutama adanya penurunan trafik lalu lintas kendaraan akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga, ketika ada pemulihan ekonomi di tahun 2021, maka Jasa Marga juga ikut kembali pulih seperti sebelum pandemi. Pada kuartal III tahun 2020, Jasa Marga berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp157,6 miliar, namun kondisi itu bisa dibilang anjlok dibandingkan kuartal III tahun 2019 yang mencapai Rp1,5 triliun. Penurunan laba bersih ini seiring penurunan pendapatan bisnis tol perseroan sebesar 14,1% menjadi Rp 6,8 triliun, sedangkan EBITDA perseroan juga menyusut 17% secara tahunan menjadi Rp 4,2 triliun.