Jasa Marga (JSMR) Berlakukan Tarif Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran Mulai 11 November
:
0
EmitenNews.com - Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran mulai memberlakukan penerapan tarif pada Kamis (11/11/2021) pukul 00.00 WIB. Penerapan tarif pada jalan tol PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) --anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)-- itu, sesuai Keputusan Menteri PUPR No.1317/KPTS/M/2021 tanggal 27 Oktober 2021 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.
Setelah dioperasikan dengan tarif Rp0,- sejak tanggal 2 April 2021 sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, berdasarkan Keputusan Menteri PUPR tersebut, mulai 11 November 2021, penerapan tarif pada Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran untuk jarak terjauh sebagai berikut:
Gol I : Rp. 25.500
Gol II : Rp. 38.000
Gol III: Rp. 38.000
Gol IV: Rp. 51.000
Gol V: Rp. 51.000
Direktur Utama PT JKC Dadan Waradia menyampaikan, Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dengan panjang sekitar 14.19 km terintegrasi dengan jalan tol lain, salah satunya dengan Jalan Tol Kunciran-Serpong melalui Kunciran Junction, merupakan alternatif pengguna jalan wilayah Jabodetabek khususnya dari Tangerang Raya menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
"Pengguna jalan dari arah Pamulang saat ini memiliki alternatif rute menuju Bandara Soekarno-Hatta, dengan melintasi Jalan Tol Pamulang-Serpong, Jalan Tol Serpong-Kunciran dan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran," ujar Dadan.
Dengan terintegrasinya jalan tol ini dengan ruas jalan tol lainnya, pengguna jalan yang menerus dari Pamulang menuju Bandara Soekarno-Hatta akan dikenakan tarif Jalan Tol Pamulang-Serpong, Jalan Tol Serpong-Kunciran dan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran, saat bertransaksi di Gerbang Tol (GT) Benda Utama.
Related News
Pengurus Baru, TGUK Perkuat Arah Transformasi Bisnis
Dapat Mandat soal Hilirisasi Nikel, ANTM Segarkan Kepengurusan
Rasio Dividen Antam (ANTM) Turun ke 70 Persen, Saham Mendadak Jeblok!
IHSG Naik Lagi ke Level 5.902, DSSA dan BRPT Dongkrak Penguatan
Menanti Titah Merger oleh Danantara, WTON Tahan Proyeksi Laba 2026
Bagi Dividen, MKTR Optimistis Raup Pendapatan Rp1,39 Triliun





