Kabar Ratu Prabu Energi, dari Kinerja hingga Histori jadi Saham Rp2
Kantor Pusat Ratu Prabu. FOTO-Istimewa
EmitenNews.com - Ada kabar terbaru dari PT Rabu Prabu Energi Tbk. Perusahaan dengan harga saham Rp2 ini berencana menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) dan public expose tahun buku 2024.
Gelaran tersebut akan berlangsung pada 19 Januari 2026. Beberapa agendanya mulai dari persetujuan atas Laporan Tahunan 2024 dan pemberian kewenangan kepada dewan komisaris untuk menunjuk akuntan public yang akan mengaudit laporan keuangan per 31 Desember 2025.
Selain itu, Ratu Prabu Energi juga akan menggelar public expose yang sebagian besar membahas kinerja dan perkembangan bisnis perseroan pada 2024.
Dalam materinya, perseroan masih menjalankan kegiatan operasional melalui PT Lekom yang merupakan entitas anak. Di sini, bidang usaha yang dijalankan adalah jasa penunjang industri pertambangan minyak dan gas (migas).
Pada 2024, Lekom bekerja sama dengan Santricus Oil Field & Natural Gas Equipment & Spare Parts Trading Co. LLC.
Dari perkembangan itu, emiten dengan kode saham ARTI tersebut meraup pendapatan Rp37,08 miliar atau turun 67,7% dari periode 2023 Rp115,03 miliar. Namun kerugian perseroan mulai berkurang dari sebelumnya Rp19,89 miliar menjadi hanya Rp4,43 miliar.
Di sisi lain, perusahaan dengan total aset Rp550,71 miliar menjelaskan bagaimana Covid-19 masih berdampak signifikan bagi kegiatan usahanya. Terlebih, entitas anak juga masih dalam kondisi PKPU yang membuat kondisi keuangan perseroan menjadi sulit dan tidak maksimal dalam mendapat kontrak kerja.
Dari situ, Ratu Prabu Energi langsung menerapkan efisiensi ketat pada semua unit. Termasuk menetapkan skala prioritas untuk memenuhi kewajiban, negosiasi restrukturisasi ke debitur, hingga terus berupaya mendapatkan proyek baru.
Sebagai informasi, hingga 30 Desember 2025, Ratu Prabu Energi mencatat 9.868 pemegang saham. Dari jumlah itu, Burhanuddin Bur Maras adalah penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham ARTI.
Dari data itu, total pengendali saham ARTI mencapai 33,35% dengan rincian Ratu Prabu sebesar 33,06%, Dapen Bukit Asam 9,37%, Bur Maras 0,29%, dan Pradnando A. Ronoamiseno 1,54%. Sementara, jumlah saham free float ARTI tercatat sebesar 52,07%.
Seperti diketahui, saham ARTI mulai meninggalkan level Rp50 pada 22 November 2023. Sejak saat itu, saham ARTI terus anjlok hingga menjadi Rp2 pada awal tahun 2024.
Adapun sejak 2 Juli 2024, saham ARTI kena suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini dan masuk deretan saham yang berpotensi delisting. (*)
Related News
Dana IPO YUPI Belum Terpakai, Rp596,6 Miliar Masih Parkir di Bank
UNTD Serap Rp226,7 Miliar Dana IPO, Sisanya Masih Parkir di BCA
Bank Jatim Habiskan Obligasi Rp2 Triliun untuk Ekspansi Kredit
Kata Bos SOFA Soal Volatilitas Saham, Efek Ikut Tender Danantara?
Dilego Chengdong hingga Rp1,41 Triliun, Harga Saham BUMI Ambrol
Incar Pertumbuhan Double Digit, Ini Beragam Upaya Jasuindo (JTPE)





