EmitenNews.com - Merdeka Battery Materials (MBMA) memasuki semester II 2026 dengan basis pendapatan makin luas, dan momentum operasional lebih kuat. Peningkatan kontribusi produk antara material baterai diharap melengkapi bisnis pertambangan, dan pengolahan nikel telah berjalan, sekaligus memperkuat strategi hilirisasi terintegrasi perseroan.

Kendati demikian, MBMA tetap mencermati dinamika lingkungan operasional, terutama pergerakan harga, dan konsumsi bahan bakar dapat memengaruhi struktur biaya. MBMA akan mempertahankan disiplin biaya, dan efisiensi operasional sembari menjaga panduan kinerja sepanjang 2026. Strategi tersebut untuk menjaga daya saing biaya, dan konsistensi eksekusi pada bisnis pertambangan maupun pengolahan hingga akhir tahun.

Sampai medio 2026, produksi bijih nikel MBMA mencapai 15,2 juta wet metric tonnes (wmt), melonjak 121 persen dibanding periode sama tahun lalu 6,9 juta wmt. Penjualan bijih nikel juga melesat 60 persen menjadi 12,4 juta wmt, terdiri atas 8,2 juta wmt limonit, dan 4,2 juta wmt saprolit. Lonjakan produksi ditopang peningkatan utilisasi peralatan, efisiensi pengangkutan, dan produktivitas lebih tinggi area-area tambang utama.

Produksi dan penjualan Nickel Pig Iron (NPI) melejit 20 persen secara tahunan setelah penyelesaian kegiatan pemeliharaan pada 2025, mendukung operasi tungku lebih stabil. Saat bersamaan, produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) melesat lebih dari dua kali lipat, dan kenaikan volume produksi turut mendorong pertumbuhan penjualan HGNM.

Peningkatan kinerja operasional itu, menjadi fondasi bagi fase pertumbuhan MBMA berikutnya di bisnis material baterai. PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi (ramp-up) Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) usai penuntasan kegiatan pemeliharaan, dan transisi ke area penyimpanan tailing baru.

Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) terus melanjutkan tahap commissioning, termasuk energization, pengangkutan bijih, dan uji coba awal pengumpanan bijih. Produksi SLNC akan mulai semester II 2026, dan secara bertahap operasi penuh akhir tahun. Seiring lonjakan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, dan kenaikan harga jual realisasi bijih nikel, laba bersih melonjak 830 persen USD54 juta dari periode sama tahun lalu USD6 juta.

Pendapatan USD1,05 miliar, melonjak 67 persen dibanding edisi sama 2025. EBITDA melonjak 306 persen menjadi USD311 juta. Kinerja itu, menunjukkan peningkatan profitabilitas jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan. Tren pertumbuhan kinerja terutama ditopang lonjakan kontribusi bijih nikel, NPI, dan HGNM. Kinerja itu, didukung peningkatan volume penjualan, dan penerapan formula baru Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel.

Selain itu, penjualan asam dari operasi Acid, Iron, Metal (AIM), Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) turut memberi sumber pendapatan tambahan. ”Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan eksekusi seluruh operasi nikel terintegrasi MBMA. Kami akan menjaga momentum dengan disiplin operasional, peningkatan efisiensi berkelanjutan, eksekusi proyek-proyek pertumbuhan untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai nikel, dan material baterai,” tutur Teddy Oetomo, Presiden Direktur Merdeka Battery Materials. (*)