Kembali Koreksi, IHSG Menuju Level 8.150
Petugas kebersihan tampak menyisir teras bursa efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,05 persen menjadi 8.235. Itu terjadi setelah indeks sempat menguat hingga level 8,358 di awal sesi. Sentimen negatif dari berita Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS).
Ya, otoritas perdagangan AS akan memberlakukan tarif atas sel, dan panel surya impor dari perusahaan-perusahaan India, Indonesia dan Laos. Pasalnya, industri panel surya tiga negara tersebut dilindungi subsidi. AS menetapkan tarif 125,87 persen untuk produk ini dari India, 104,38 persen untuk impor dari Indonesia, dan 80,67 perssen untuk impor dari Laos.
Selain tarif umum, AS juga menghitung tarif individu bagi perusahaan. Di Indonesia, Blue Sky Solar dikenakan tarif 143,3 persen, dan REC Solar Energy dikenakan tarif 85,99 persen. Sementara itu, Perwakilan Perdagangan AS berencana membuka penyelidikan Pasal 301 terhadap praktik perdagangan Indonesia untuk memeriksa kapasitas industri, dan subsidi perikanan.
Hasil temuan penyelidikan itu, nanti akan dibandingkan dengan langkah-langkah diambil Indonesia dalam memenuhi komitmen terhadap kekhawatiran AS. Menambah sentimen negatif, S&P Global Ratings memperingatkan peningkatan tekanan fiskal, khususnya kenaikan biaya pembayaran utang, memperbesar risiko penurunan terhadap profil kredit Indonesia, dan dapat memicu tindakan peringkat negatif.
Meski S&P belum mengubah outlook stabil pada peringkat kredit Indonesia level BBB, peringatan tersebut menunjukkan kekhawatiran makin meluas terhadap posisi fiskal Indonesia. Secara teknikal, penurunan indeks tertahan MA20 di kisaran level 8.204. Namun, pembentukan histogram positif MACD kembali mengecil, dan stochastic RSI membentuk death cross overbought area.
Sehingga indeks masih berpotensi lanjutkan koreksi. Sepanjang perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, indeks menuju level 8.150. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk menyerap saham TOBA, ASII, INDF, SIDO, dan TLKM. (*)
Related News
IHSG Tertekan, Serok Saham BBRI, BKSL, ENRG, dan MDKA
IHSG Rontok ke Level 8.235, Sektor Transportasi Tenggelam Paling Dalam
Komitmen K3, Sepanjang 2025 SIG Zero Fatality
IHSG Sesi I (26/2) Drop 0,81 Persen ke 8.255, Seluruh Sektor Merah!
Produk UMKM Ramaikan Etalase Kuliner KA Jarak Jauh
Buntut Pembekuan Wanteg Sekuritas, Dewan Komisaris Beberkan Alasan!





