Kemenkeu Obral SBR015, Imbal Hasil Tertinggi Dalam 6 Tahun!
:
0
Kementerian Keuangan resmi merilis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4 dengan kupon awal hingga 6,85%
EmitenNews.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi merilis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4 dengan kupon awal hingga 6,85%. Imbal hasil ini mencatatkan rekor tertinggi dalam 6 tahun terakhir sejak 2020. Penawaran berbasis elektronik (e-SBN) ini dibuka mulai Senin (28/9) pukul 09.00 WIB hingga Kamis (22/10) pukul 10.00 WIB.
SBR seri terbaru ini ditawarkan dalam dua opsi jangka waktu, yaitu SBR015T2 dengan tenor dua tahun yang jatuh tempo pada 10 Oktober 2028, serta SBR015T4 dengan tenor empat tahun yang jatuh tempo pada 10 Oktober 2030. Kedua instrumen bersifat tanpa warkat, tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, dan hanya dapat dicairkan sebelum jatuh tempo melalui fasilitas early redemption.
Pemerintah menegaskan bahwa penetapan imbal hasil ini disesuaikan dengan kondisi pasar keuangan domestik. "Pemerintah berencana menerbitkan instrumen Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4 yang akan ditawarkan secara online (e-SBN)," rilis resmi DJPPR Kemenkeu pada Jumat (25/9).
Kupon awal SBR015T4 sebesar 6,85% dan SBR015T2 sebesar 6,75% melampaui capaian kupon seri-seri sebelumnya, seperti SBR013T4 pada 2024 sebesar 6,60%, SBR012T4 pada 2023 sebesar 6,35%, SBR009 pada 2020 sebesar 6,30%, hingga SBR010 pada 2021 sebesar 5,10%. Skema kupon bersifat mengambang dengan batas minimal (floating with floor) yang mengacu pada BI-Rate sebesar 5,75%.
Masyarakat dapat memesan SBR015T2 mulai dari Rp1.000.000 hingga Rp5.000.000.000, sedangkan batas pemesanan SBR015T4 ditetapkan hingga Rp10.000.000.000. Tanggal penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 26 Oktober 2026, dilanjutkan tanggal setelmen pada 28 Oktober 2026, dan pembayaran kupon pertama pada 10 Desember 2026.
Pembelian instrumen investasi SBN ritel ini dapat diakses publik secara langsung melalui 29 mitra distribusi resmi yang ditunjuk Kemenkeu, yang terdiri dari 18 bank umum, 7 perusahaan efek, dan 4 agen penjual reksa dana berbasis teknologi finansial.(*)
Related News
Cermati Saham Ini Pekan Depan; ANTM, INCO hingga BBCA
Prabowo Bentuk Badan Baru Cegah Karhutla di Kawasan Gambut
Aturan FCA Baru, 92 Saham Bebas-Ini Kriteria yang Dihapus & Dampaknya
Ini Top Losers Sepekan, SAFE hingga MNC Group, Cek!
Dampak 87 Saham Bebas Pemantauan Khusus Bagi Bursa & Investor
10 Saham Top Gainers Sepekan, FORU hingga TRUK Masuk!





