EmitenNews.com - Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,6 persen ke level sekitar 68.500 pada Jumat (2/10). Penurunan bursa saham utama Asia ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat kekhawatiran eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah, yang berisiko memicu kembali tekanan inflasi di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Koreksi pada Jumat (2/10) mengakhiri reli kenaikan Nikkei selama dua hari berturut-turut. Memicunya harga minyak internasional memperbesar kecemasan pasar terhadap gangguan pasokan energi global serta dampak rambatannya pada stabilitas biaya manufaktur dan inflasi regional.

Investor juga menilai data yang menunjukkan inflasi inti Tokyo meningkat menjadi 2,7% pada bulan September, naik di atas target 2% Bank Sentral Jepang untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, sebagian karena harga minyak yang lebih tinggi.

Dari ranah korporasi global, SoftBank Group mengumumkan telah menyelesaikan tahap ketiga dan terakhir dari investasi lanjutan senilai USD10 miliar di OpenAI. Aksi korporasi tersebut membawa total investasi SoftBank di perusahaan kecerdasan buatan itu mencapai USD64,6 miliar dengan porsi kepemilikan saham sekitar 13 persen.

Aksi pelepasan saham melanda sejumlah emiten raksasa Jepang, di antaranya Kioxia yang melemah 2,3 persen, SoftBank tergerus 3,8 persen, Taiyo Yuden turun 3,3 persen, Fast Retailing melorot 1,5 persen, dan Toyota terkikis 1,8 persen. Meski demikian, sepanjang pekan ini indeks Nikkei masih mencatatkan penguatan lebih dari 3 persen, yang menjadi kenaikan mingguan selama tiga pekan beruntun.

Perkembangan bursa Jepang dan pergerakan harga energi global ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar Indonesia, terutama terkait dampaknya terhadap arus modal asing di kawasan berkembang dan biaya impor energi nasional.(*/Trading Economics).