EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjebloskan lima saham sebagai anggota terbaru dari kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration atau HSC).

Dalam data terbaru yang dipublikasi BEI Selasa (13/10/2026), kelima anggota baru HSC tersebut adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) , PT Akshara Wira Internasional Tbk (ADES), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), dan PT Silo Maritime Perdana Tbk (SHIP).

BEI menjelaskan untuk MTEL berdasarkan metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 1 Oktober 2026, Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,58% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat.

Sedangkan untuk ADES, per 1 Oktober 2026 Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,10% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat.

Begitu juga untuk SAME per tanggal 1 Oktober 2026, Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 94,99% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat.

Saham BBMD berdasarkan metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 1 Oktober 2026, Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,25% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat.

Sementara saham SHIP per tanggal 1 Oktober 2026, Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 98,30% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat.

Dalam pengumuman tertulis yang ditandatangani Direktur PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono dan Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Eqy Essiqy , Senin 12 Oktober 2026, BEI menjelaskan pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang- undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) - 99,99%

2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) - 99,96%