Kepepet Utang! BAJA Minta Izin Rights Issue 1 Miliar Saham Baru
Emiten peleburan baja PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau Right Issue guna penguatan struktur keuangan melalui pelunasan utang.
Berdasarkan keterangan resmi emiten BAJA dikutip Minggu (29/3/2026), perseroan bermaksud akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Dana hasil right issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan terutama untuk menyelesaikan kewajiban utang kepada pihak terafiliasi yakni, PT Sarana Steel (SS), serta untuk tambahan modal kerja.
Mengacu pada Perjanjian Penyelesaian Utang tertanggal 19 Februari 2026, total kewajiban yang akan dilunasi mencapai Rp445,33 miliar, yang terdiri dari utang pokok sebesar Rp317,56 miliar dan bunga sebesar Rp127,76 miliar.
Dalam aksi korporasi ini, PT Sarana Steel dan Ibnu Susanto akan bertindak sebagai pembeli siaga alias standby buyer.
Sarana Steel akan mengambil bagian maksimal 70 persen dari saham baru melalui mekanisme konversi utang menjadi saham, sementara Ibnu Susanto selaku pemegang saham pengendali akan menyerap maksimal 30 persen secara tunai.
Manajemen BAJA juga menetapkan penggunaan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2023 sebesar Rp15.416 per dolar AS dalam skema konversi. Penggunaan kurs tersebut dinilai lebih konservatif karena menghasilkan jumlah saham konversi yang lebih kecil, sehingga potensi dilusi bagi pemegang saham publik dapat ditekan hingga maksimal 33,33 persen.
Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 31 Maret 2026 untuk memperoleh persetujuan pemegang saham. Jika seluruh proses berjalan lancar, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan terbit pada 7 Agustus 2026.
Related News
Dua Hari Beruntun, Pengendali WINR Lepas Ratusan Juta Saham Rp6,19M
Bank BJB Tawarkan Obligasi Rp932 Miliar, Bunga Hingga 6,25 Persen
Pemegang Saham ATIC Setujui Right Issue, Terima Pengunduran Diri Jonan
KKGI Defisit 93 Persen Laba Bersih di 2025, Tersisa USD2,42 Juta
Direktur VTNY Milokevin Wendiady Mengundurkan Diri
Laba Naik, Alfamart (AMRT) Kantongi Revenue Rp126,73 Triliun di 2025





