Kilang Pertamina Dukung Astacita Swasembada Pangan dengan Bioflok
:
0
Kondisi alam yang kadang kurang bersahabat sering dianggap sebagai kondisi yang harus diterima apa adanya.
EmitenNews.com - Kondisi alam yang kadang kurang bersahabat sering dianggap sebagai kondisi yang harus diterima apa adanya.
Tapi ternyata hal ini tidak menjadi hambatan bagi kelompok mitra binaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai untuk berfikir kreatif dan beradaptasi menyikapi kondisi tersebut.
Di wilayah operasi Kilang Dumai, terdapat kelompok nelayan yang sering berhadapan dengan tantangan besar dalam menangkap ikan di laut.
Cuaca yang kerap tidak bersahabat membatasi akses mereka melaut, sementara infrastruktur perikanan yang masih minim serta ancaman abrasi di wilayah tempat tinggalnya, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, semakin memperumit keadaan.
"Melihat kondisi ini, Kilang Dumai berinisiatif memperkenalkan model perikanan dengan teknologi bioflok. Teknologi ini kami harapkan menjadi alternatif sumber ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan," kata Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen.
Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok menjadi peluang yang menjanjikan bagi kelompok nelayan lainnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mundam Jaya.
Metode ini dinilai potensial karena hanya memerlukan kolam terpal sebagai media budidaya serta memiliki waktu pemeliharaan yang relatif singkat, sekitar 4–6 bulan hingga masa panen, tergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan.
Selain memberikan dukungan infrastruktur kolam bioflok dan keterampilan budidaya ikan bagi Kelompok Nelayan Mundam Jaya, Kilang Dumai juga mengambil langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program budidaya ikan nila salin dengan menghadirkan solusi energi terbarukan.
"Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi kendala serta untuk mendukung operasional budidaya, perusahaan telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan kapasitas panel surya 4,4 kWp dan baterai 5 kWh," tambah Hermansyah.
PLTS ini merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan listrik untuk operasional lampu dermaga dan kolam bioflok, tetapi juga berkontribusi dalam penghematan biaya listrik hingga Rp 9,3 juta per tahun.
Related News
Menilik dari Dekat Budaya Jepang via Think Japan, Think Sompo!
Cara Dapat Diskon Tiket MotoGP Mandalika 2026 Hingga Rp300 Ribu
Run Capitalist, Run! Pasar Modal RI Gelar Capital Market Run 2026
Astra Pentaskan Tenun Manggarai Barat ke Panggung Fashion Modern
Anak Muda Makin Melek Financial Fitness, Tapi Belum Banyak Bertindak
Menyeruput Kopi Bercita Rasa Fruity dan Juicy dari Mandalagiri Garut





