EmitenNews.com - Chandra Asri Pacific (TPIA) per 30 September 2026, mencatat penjualan bersih USD8,2 miliar, laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) USD981,0 juta, laba komprehensif sebesar USD394,9 juta. Grup mencatat margin EBITDA sebesar 12 persen.

Emiten asuhan Prajogo Pangestu tersebut mempertahankan posisi neraca kuat, dengan total aset USD14,2 miliar, ekuitas pemegang saham USD5,0 miliar, dan likuiditas USD4,2 miliar. Lembaga pemeringkat kredit Pefindo meningkatkan prospek peringkat Grup menjadi Positif, disertai penegasan kembali peringkat idAA-. Itu makin memperkuat keyakinan terhadap kekuatan finansial Grup, dan membentuk arah positif bagi peningkatan peringkat di masa mendatang.

Kinerja itu, menegaskan transformasi Chandra Asri Group dari perusahaan petrokimia dengan satu lokasi operasi menjadi platform regional terdiversifikasi, mencakup Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, dan Solusi Mobilitas. Energi & Kimia merupakan segmen terbesar Grup, dengan pendapatan USD8,7 miliar dan hasil segmen USD604,0 juta, mewakili sekitar 94 persen dari total pendapatan segmen.

Di Singapura, program peremajaan aset, peningkatan operasional, dan integrasi bahan bakar penerbangan terus menunjukkan kemajuan. Di Indonesia, proyek soda kaustik dan ethylene dichloride telah mencapai progres 80 persen, didukung pendanaan USD200 juta dari Danantara, dan Indonesia Investment Authority. Fasilitas dijadwal beroperasi pada 2027 itu, akan memiliki kapasitas produksi soda kaustik 400 ribu ton per tahun, dan diperkirakan mendukung substitusi impor serta menciptakan sekitar 3.250 lapangan kerja pada tahap konstruksi maupun operasional setelahnya.

Infrastruktur terintegrasi membukukan pendapatan USD183,4 juta dan hasil segmen USD2,5 juta, atau sekitar 2 persen dari total pendapatan segmen, seraya terus memperluas aset untuk memperkuat integrasi industri dan pendapatan berulang. Grup menambah dua kapal tanker kimia berkapasitas masing-masing 9.000 ton, menaikkan kapasitas pengolahan air Krenceng sebesar 600 liter per detik, dan menambah fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak.

Proyek pelabuhan dan fasilitas penyimpanan tambahan telah mencapai progres 80 persen dengan target mulai beroperasi pada 2027. Solusi Mobilitas membukukan pendapatan USD414,1 juta dan hasil segmen USD103,7 juta, yang berkontribusi sekitar 4 persen terhadap total pendapatan segmen, dan 15 persen terhadap total hasil segmen. Akuisisi Cycle & Carriage yang diumumkan pada Agustus 2026 telah diselesaikan pada 15 Oktober 2026, menghadirkan platform distribusi dan ritel otomotif di Singapura dan Malaysia.

Dengan rekam jejak lebih dari 125 tahun dan kemitraan jangka panjang dengan Mercedes-Benz, bisnis ini mencakup kendaraan konvensional, hybrid, dan listrik, serta membuka peluang untuk mengintegrasikan ritel otomotif, distribusi energi, dan layanan mobilitas. Akuisisi ini diperkirakan akan langsung memberikan kontribusi positif terhadap laporan laba rugi mulai kuartal IV 2026 dan meningkatkan tingkat pendapatan tahunan Grup secara keseluruhan menjadi USD15 miliar.

Grup terus memperkuat kredensial keberlanjutannya, dengan meraih peringkat CDP B untuk Perubahan Iklim dan A- untuk Ketahanan Air, peringkat MSCI BBB, skor Risiko Rendah Sustainalytics sebesar 16,4, serta skor keberlanjutan S&P Global sebesar 66, yang menempatkan Grup dalam 15 persen perusahaan teratas di industri kimia global.

Chandra Asri Group akan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja di Indonesia hingga 2028, didorong oleh ekspansi di bidang Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, dan Solusi Mobilitas, termasuk fasilitas manufaktur soda kaustik barunya di Cilegon, Banten. Dengan platform regional makin kuat dan basis pendapatan lebih terdiversifikasi, Chandra Asri Group tetap berfokus pada keunggulan operasional, alokasi modal disiplin, dan sinergi integrasi, sehingga memosisikan bisnis untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. (*)