Kinerja Solid Laba Bank BSN Rp721 Miliar, Naik 36,72 Persen
:
0
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN). Dok. Bank BSN.
EmitenNews.com - Kinerja solid PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) membukukan laba sebelum pajak Rp721 miliar hingga Agustus 2026. Terjadi pertumbuhan 36,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan pembiayaan dan penguatan layanan perbankan digital.
Dalam keterangannya yang dikutip Rabu (23/9/2026), Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas penyaluran pembiayaan yang sehat di berbagai sektor. Tentu dengan tetap menjaga likuiditas.
“Kinerja solid hingga Agustus 2026 ini bagian dari komitmen perseroan untuk terus memperluas penetrasi pembiayaan yang sehat di berbagai sektor, sekaligus memastikan likuiditas tetap terjaga baik,” ujar Alex Sofjan Noor.
Kemudian dari sisi pembiayaan, Bank BSN mencatat total penyaluran sebesar Rp63,2 triliun per Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 26,12% secara tahunan dan turut mendorong peningkatan aset perseroan.
Sementara itu total aset Bank BSN hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp81,5 triliun, meningkat 20,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspansi fungsi intermediasi perseroan.
Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp64 triliun, tumbuh 13,19% secara tahunan.
Digitalisasi Berperan dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional
Menurut Alex, digitalisasi turut berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat pertumbuhan dana murah Bank BSN. Salah satu layanan yang terus dikembangkan adalah platform mobile banking Bale Syariah by BSN.
Masuk akal kalau hingga Agustus 2026, Bale Syariah by BSN telah memiliki 238.897 pengguna aktif. Total transaksi mencapai 3,29 juta kali dengan volume sekitar Rp6,57 triliun.
Masih kata Alex, akselerasi transaksi digital melalui Bale Syariah by BSN membuktikan bahwa strategi digitalisasi BSN berada di jalur yang tepat dan semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.
Related News
Efek Emiten Telko dan MIgas dari Kesepakatan AI & Satelit CAEXPO 2026
Tambah Kapasitas Proyek Listrik Hijau, RI Butuh Investasi Rp1.306T
BI Obral Insentif Lindung Nilai Demi Jaga Stabilitas Rupiah
Destry Tak Berani Naikkan BI-Rate di RDG Pertama Sebagai Gubernur BI
Sesuai Ekspektasi! BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Efek Minyak Mereda, Harga Emas Antam Naik Rp3.000





