La Suntu Tastio, UMKM Binaan YDBA Sukses Karena Terus Perkuat Inovasi dan Kualitas
Pemilik UMKM Narisa Leather binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Nina Dahnia (kedua kanan) saat menunjukkan produk buatannya berupa kerajinan dari kulit sapi kepada Head of Communication & Information System Departement YDBA, Rahmat Handoyo (kiri); Head of Legal & Human Capital PT Astra Mitra Ventura, Wulan Sari Nugraheni (kedua kiri) dan Head of Innovation PT Traktor Nusantara, Rohmadi (kanan) dalam kegiatan #AsikBersamaUMKM yang diselenggarakan YDBA di Cakung, Jakarta pekan lalu. dok. ist.
“Saat saya bergabung dengan YDBA. Ada hal menarik yang saya dapatkan dari YDBA. YDBA memberikan kami program Basic Mentality dan 5R yang belum pernah saya ketahui sebelumnya”, tutur Indari.
Program Basic Mentality merupakan program pembinaan yang dilakukan YDBA untuk memastikan UMKM memiliki semangat untuk berubah, memiliki keinginan untuk saling berbagi, komitmen dalam menjalankan pembinaan dan konsisten dalam menghasilkan produk sesuai standar QCD (quality, cost, delivery) yang dibutuhkan oleh Ayah Angkat/ customer-nya.
Sedangkan program 5R (ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin) merupakan program YDBA untuk mengajak dan mendorong UMKM menerapkan budaya 5R agar produktivitas kerja di usahanya meningkat.
Saat ini Indari sendiri bukan hanya dipercaya oleh berbagai koleganya untuk memasok produk, tetapi juga melakukan sharing terkait kompetensinya dalam menjalankan usaha.
“Sekarang saya banyak diundang untuk sharing keteman-teman UMKM lainnya, termasuk ilmu 5R yang diberikan oleh YDBA. Karena saya sendiri menerapkan 5R tersebut di workshop maupun lokasi produksi saya. Jadi mereka penasaran terkait ilmu tersebut. Dan saya masih simpan modul dan catatan 5R tersebut untuk saya bagikan ke teman-teman yang lain,” tutup Indari. (Eko Hilman). ***
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





