EmitenNews.com - Emiten farmasi, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mengemas penurunan laba bersih pada semester pertama 2026. DVLA membukukan laba bersih sebesar Rp93,71 miliar di paruh pertama 2026, turun 22,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp121,43 miliar.

Padahal, jika melihat torehan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, DVLA membukukan Rp1,20 triliun, jumlahnya meningkat 11,11% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,08 triliun.

Namun, jika ditelusuri lebih dalam, beban pokok pendapatan DVLA juga tercatat naik 21,70%. Dari Rp493 miliar di periode tahun lalu, menjadi Rp600 miliar di semester I 2026. Begitu pun dengan biaya beban lain, seperti beban penjualan dan pemasaran, beban administrasi, yang juga mengalami kenaikan.

Alhasil, laba sebelum pajak di semester I 2026 hanya meraup Rp125 miliar, turun 23,31% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp163 miliar.

Meski begitu, jika menilik neraca, total aset DVLA tercatat naik 10,64% dari Rp2,35 triliun di akhir tahun 2025 menjadi Rp2,60 triliun yoy. Liabilitas naik 26,44% dari Rp870 miliar menjadi Rp1,10 triliun, dan ekuitas meningkat 2,04% dari Rp1,47 triliun menjadi Rp1,50 triliun.

Pada perdagangan Jumat (7/8), saham DVLA ditutup di zona merah, terkoreksi 0,31% atau turun 5 poin ke level Rp1.585. Secara year to date saham DVLA masih di zona merah, koreksi 3,94% atau turun 65 poin