EmitenNews.com - PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) emiten grup Salim mencatatkan kinerja pendapatan melesat pada semester I-2026, tapi raihan laba bersih justru ambrol.

Sampai 30 Juni 2026, IMAS mengantongi pendapatan neto Rp17,36 triliun. Capaian itu naik 17,6% YoY dibanding Rp14,76 triliun di periode sama tahun lalu.

Mengacu laporan keuangan (unaudited) Jumat (31/7), beban pokok pendapatan ikut tertekan ke Rp14,05 triliun dari Rp11,66 triliun. Alhasil, laba kotor naik tipis 7,1% menjadi Rp3,31 triliun dari Rp3,09 triliun.

Sayangnya efisiensi belum jalan, Laba usaha tertekan 7,2% ke Rp1,29 triliun dari Rp1,39 triliun, imbas beban penjualan dan beban umum-administrasi yang membengkak. Dampaknya laba sebelum pajak menyusut 40,2% jadi Rp197,75 miliar dari Rp330,87 miliar.

Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk terjun bebas 74,3% ke Rp11,10 miliar dari Rp43,15 miliar. Laba per saham dasar (EPS) pun ikut merosot ke Rp2,78 dari sebelumnya Rp10,80.

Menilik sisi neraca, aset perseroan mengembang 8,3% menjadi Rp85,03 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp78,49 triliun per akhir 2025. Liabilitas turut bertambah 9,3% ke Rp68,27 triliun dari Rp62,45 triliun. Ekuitas menguat 4,5% menjadi Rp16,75 triliun dari Rp16,03 triliun.