Laba Menukik, Agoes Projosasmito Makin Intens Jala Saham BRMS
:
0
Potret kawasan salah satu anak usaha milik PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Foto: PT Citra Palu Minerals
EmitenNews.com - Agoes Projosasmito terus menambah koleksi saham Bumi Resources Minerals (BRMS). Itu ditunjukkan sang CEO emiten Grup Bakrie tersebut dengan memborong 6,99 juta saham lembar. Transaksi sebanyak tiga kali tersebut telah dituntaskan pada 27 Oktober 2026, dan 4 November 2026.
Transaksi pembelian terjadi dengan kisaran harga Rp308-398 per helai. Menyusul skema harga tersebut, Agoes cukup merogoh dana taktis senilai Rp2,48 miliar. Nah rincian transaksi pembelian yang dilakukan Agoes menjadi sebagai berikut.
Pada 4 November 2026 transaksi pembelian dua kali. Pertama Agoes menyerok 1 juta lembar pada harga Rp310 per saham senilai Rp310 juta, dan kedua Agoes menjala 2,22 juta helai dengan harga Rp308 per saham senilai Rp685,3 juta.
Pada 27 Oktober 2026, Agoes menyerap 3,76 juta helai pada harga Rp398 per lembar senilai Rp1,49 miliar. Dengan penuntasan transaksi untuk kepentingan investasi itu, tabulasi saham BRMS dalam genggaman Agoes makin tebal. Tepatnya, menjadi 18,39 juta helai alias setara dengan 0,01 persen.
Menanjak dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 11,4 juta saham atau setara 0,008 persen. Menyudahi perdagangan Jumat, 6 November 2026, saham BRMS bersandar di level Rp318. Itu setelah melorot 3,05 persen setara 10 poin dari hari sebelumnya berakhir di posisi Rp324.
Sejak awal tahun ini, saham BRMS terpangkas 73,05 persen atau 862 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp1.180. BRMS dibalut dengan nilai kapitalisasi pasar Rp45,09 triliun, dan price earning rasio 67,44 kali.
Laba Melorot
Per 30 September 2026, BRMS mengemas laba bersih USD23,93 juta, susut 36,86 persen dari episode sama tahun lalu USD37,9 juta. Penjualan USD167,58 juta, anjlok dari USD183,57 juta. Beban pokok penjualan USD75,03 juta, mengalami penyusutan dari fase sama tahun lalu USD84,75 juta.
Laba kotor terkumpul USD92,54 juta, turun dari posisi sama tahun lalu USD98,82 juta. Beban usaha USD40,53 juta, mengalami pembengkakan dari episode sama tahun 2025 sebesar USD29,1 juta. Efeknya, laba usaha turun ke level USD52,01 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD69,71 juta.
Total ekuitas USD1,05 miliar, mengalami peningkatan dari akhir tahun lalu sebesar USD1,04 miliar. Defisit USD686,52 juta, berkurang dari USD710,45 juta. Jumlah liabilitas USD392,88 juta, mengalami pembengkakan dari akhir 2025 senilai USD266,01 juta. Total aset USD1,45 miliar, melejit dari akhir tahun lalu USD1,31 miliar. (*)
Related News
Ribuan Investor Cabut, Emiten RANS Beber Kerja Sama dengan D’MASIV
LTLS Perkuat Bisnis Food Ingredients via Pengembangan FiberCreme
RANS Buka Suara Soal Tur Asia D’MASIV, Begini Klarifikasinya
Laba & Saham Naik Brutal, Emiten ini Berujung Pembekuan, dan HSC
AMOR Jadwal Dividen Final, Cum Date 12 November
Laba Mandiri Melesat 19,6% Capai Rp46,5 Triliun Hingga Oktober 2026





