Laba Unilever (UNVR) Tergerus 14,6 Persen di Kuartal I-2025
Kantor usaha UNVR.
EmitenNews.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hingga kuartal I -2025 mencatat penurunan pendapatan sebesar 5.6 persen menjadi Rp 9,5 triliun dari Rp 10,07 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Laba bersih kuartal I-2025 juga turun menjadi Rp 1,2 triliun atau terkoreksi 14,6% dari Rp 1,4 triliun di tahun sebelumnya.
Dari sisi penjualan domestik, UNVR mencatat peningkatan sebesar 21,6% dibandingkan kuartal IV 2024. Namun begitu, penjualan domestik perseroan terkoreksi secara tahunan sebesar 14,6%.
Sementara laba sebelum pajak (EBITDA) UNVR tercatat sebesar Rp 1,8 triliun atau meningkat dibandingkan 16,8% dibandingkan kuartal IV 2024. Akan tetapi, EBITDA perseroan terkoreksi 161 poin jika dibanding kuartal I di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2,14 triliun.
Presiden Direktur UNVR Benjie Yap mengatakan, perseroan tetap mencatat kinerja positif secara kuartal kendati mengalami koreksi secara tahunan. Ia optimis, perseroan dapat terus tumbuh dan mencatatkan profit.
“Meskipun perbandingan dari tahun ke tahun mencerminkan beberapa tantangan, pertumbuhan yang berurutan menunjukkan dampak positif terhadap aktivitas bisnis yang mendasari dan peningkatan. Melihat kinerja pangsa pasar, hal ini tidak mencerminkan arah yang kami inginkan, namun kami percaya bahwa seiring dengan kemajuan bisnis kami, kinerja pangsa pasar akan mengikuti,” kata Benjie dalam konferensi persnya secara virtual, Kamis (24/4).
Benjie mengatakan, pertumbuhan secara kuartal ini mencerminkan keberhasilan langkah perseroan dalam memitigasi tantangan operasional. Perseroan juga mampu mengurangi stok pelanggan serta menstabilkan harga pada penjualan dan meningkatkan profitabilitas para mitra distributor UNVR.
“Kemajuan ini memberikan fondasi yang kokoh untuk mendorong pertumbuhan di masa depan,” ungkapnya.
Benjie menekankan, perseroan akan terus berkomitmen melaksanakan strategi reset untuk membangun fondasi yang kokoh sebagai upaya menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Pada tahun 2025, fokus utama perseroan untuk meningkatkan portofolio merek utama yang didukung oleh investasi berkelanjutan, peningkatkan belanja digital, memperluas distribusi, dan eksekusi pasar yang lebih disiplin.
“Meskipun terjadi penurunan dalam total bisnis, produk-produk premium kami terus tumbuh, bahkan di kuartal ini,” tutupnya.
Related News
Lewati Target 2025, Laba Bersih IMPC Naik 15 Persen ke Rp620 Miliar
RUPST Bank Mega (MEGA) Setujui Dividen Rp2T dan Saham Bonus Rp5,87T
INET Reorganisasi Kerja Sama dengan Group WIFI dari IJE ke JIA
BREN Akhiri Buyback Satu Bulan Lebih Cepat, Ini Alasannya
Emiten Haji Isam (TEBE) Bagi Dividen Jumbo, Yield Capai 12,33 Persen!
Penjualan Turun, Laba Gudang Garam (GGRM) Menggunung Rp1,55T di 2025





