EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan tren positif dengan ditutup menguat 0,50 persen atau naik 35,36 poin ke level Rp7.092,47 pada perdagangan Rabu (6/5). Indeks LQ45 juga mengalami penguatan 0,17 persen menuju level 682,76.

Bursa di Asia juga mengalami penguatan, KOSPI menguat 6,45 persn ke level 7.384,56, Nikkei 225 menguat 0,38 persen ke level 59.513,12, dan Hang Seng terpantau menguat 1,22 persen ke level 26.213,78.

Senior Technical Analyst, M Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal IHSG sudah dalam keadaan oversold berdasarkan indikator RSI dan telah berhasil rebound dari wave B.

“Maka dari itu, terjadilah bullish consolidation setelah pola upward bar terbentuk,” tulis Nafan dalam riset tertulis, Kamis (7/5/2026).

Indeks hari ini diperkirakan akan berada di area support 7.014 dan 6.917, sedangkan area resistance di kisaran 7.119 dan 7.244.

Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, net foreign sell tercatat mencapai Rp484,31 miliar, dengan year to date telah mencapai Rp46,49 triliun. Sementara indeks year to date menunjukkan perbaikan dengan pelemahan di kisaran 17,98 persen.

Sejumlah sentimen masih mempengaruhi pergerakan indeks, seperti meredanya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah usai Trum menghentikan sementara “Project Freedom” di Selat Hormuz, memberikan angin segar bagi pasar global.

Hal tersebut dikarenakan dapat mengurangi gangguan yang terjadi terhadap pasokan energi dunia.

“Seiring meredanya ketegangan geopolitik, harga crude oil WTI turun hampir 6 persen. Hal ini menguntungkan bagi negara importir minyak seperti Indonesia karena dapat menekan beban subsidi dan inflasi,” ujar Nafan.

Di sisi lain, rupiah berhasil bergerak positif menjauh dari level Rp17.400 ke level Rp17.387 per USD, sehingga diperkirakan memberikan stabilitas bagi pasar modal.