Laporan Keberlanjutan Jadi Bagian Perusahaan Membangun Kredibilitas
BDO Indonesia dan BEI Tekankan Pentingnya Integrasi Standar Global dalam Laporan Keberlanjutan. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -BDO Indonesia berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan diskusi teknis bertajuk “Menyusun Laporan Keberlanjutan yang Berkualitas: Panduan Teknis Integrasi Standar Global dan Regulasi Lokal” pada pekan lalu. Even ini dihadiri oleh perwakilan perusahaan tercatat, praktisi keberlanjutan, serta pemangku kepentingan pasar modal, dan bertujuan untuk memberikan panduan praktis dalam menyusun laporan keberlanjutan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi lokal, tetapi juga selaras dengan standar global yang diakui secara internasional.
Sebagai upaya untuk mengembangkan kualitas informasi laporan keberlanjutan milik Perusahaan Tercatat, BEI berkomitmen melakukan upaya peningkatan kapasitas Perusahaan Tercatat agar dapat mendukung peningkatan kualitas informasi dan pengungkapan keberlanjutan secara konsisten dari tahun ke tahun. Peningkatan kualitas pelaporan ini diharapkan tidak hanya memudahkan investor dalam mengambil keputusan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi Perusahaan Tercatat dalam mengelola kinerja, risiko, serta peluang keberlanjutan dan terciptanya pasar modal yang berintegritas, efisien, dan terpercaya.
Sejalan dengan hal tersebut, CEO BDO Indonesia, Thano Tanubrata, menegaskan bahwa pelaporan keberlanjutan kini telah menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun kredibilitas jangka panjang.
“Pelaporan keberlanjutan bukan sekadar menghasilkan satu laporan, tetapi merupakan proses yang membutuhkan kesiapan organisasi, komitmen jangka panjang, serta disiplin dalam membangun data, sistem, dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Thano.
Melalui forum ini, BDO Indonesia berharap dapat berbagi best practices sekaligus membuka ruang dialog konstruktif antara regulator, penyusun standar, praktisi, dan perusahaan tercatat guna mendorong peningkatan kualitas pelaporan keberlanjutan secara berkelanjutan.
Rangkaian diskusi dibuka dengan pembahasan teknis mengenai penyusunan laporan keberlanjutan yang terintegrasi, yang disampaikan oleh Bayu Wardanaputra, Associate Director MVGX, yang membahas panduan praktis penyusunan laporan keberlanjutan terintegrasi. Ia menyoroti tantangan utama perusahaan yang masih berkisar pada ketersediaan dan kualitas data, koordinasi lintas departemen, kompleksitas standar dan regulasi, serta kesiapan sumber daya manusia. Bayu menekankan bahwa pelaporan keberlanjutan membutuhkan kolaborasi lintas fungsi sejak tahap awal, termasuk keterlibatan internal audit sebelum memasuki tahap independent assurance. Ia juga menegaskan pentingnya penerapan double materiality untuk menilai dampak finansial terhadap bisnis sekaligus dampak lingkungan dan sosial, guna meningkatkan relevansi laporan dan memitigasi risiko greenwashing.
Dari sisi assurance, Julio Jayawardhani, Audit & Assurance Partner BDO Indonesia, memaparkan bahwa tingkat adopsi asurans laporan keberlanjutan di Indonesia masih relatif rendah, meskipun tuntutan investor global terhadap kredibilitas ESG terus meningkat.
“Asurans menjadi langkah penting untuk memastikan informasi keberlanjutan disusun secara andal dan dapat diverifikasi, seiring semakin terintegrasinya pengungkapan ESG dengan laporan keuangan,” ujarnya.
Dalam diskusi panel, Arie Pratama, anggota Dewan Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia, memaparkan bahwa PSPK 1 dan PSPK 2 dirancang untuk mengintegrasikan informasi keberlanjutan ke dalam konteks laporan informasi keuangan bertujuan umum. Pendekatan ini melengkapi praktik laporan keberlanjutan saat ini dengan perspektif outside-in, sehingga investor dapat menilai dampak isu keberlanjutan terhadap kinerja, risiko, dan prospek bisnis secara lebih komprehensif.
Sementara itu, dari sisi praktisi, Dodik Moerdijanto, Sustainability Section Head Avian Brands, membagikan pengalaman perusahaan dalam membangun pelaporan keberlanjutan yang didukung oleh komitmen manajemen puncak, sistem data terintegrasi, serta pengendalian internal lintas fungsi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kualitas laporan keberlanjutan sangat ditentukan oleh kesiapan organisasi secara menyeluruh, bukan hanya peran unit sustainability.
Menutup rangkaian diskusi, ESG Partner BDO Indonesia, Johan Sebastian, menegaskan bahwa penguatan pengendalian internal menjadi kunci dalam meningkatkan kredibilitas laporan keberlanjutan.
“Data keberlanjutan harus diperlakukan sebagai aset strategis perusahaan dan didukung pengendalian internal yang kuat agar laporan tidak hanya patuh regulasi, tetapi juga relevan dan dipercaya investor,” ujarnya.
Melalui forum ini, BDO Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan yang transparan, kredibel, dan selaras dengan regulasi serta standar global, guna mendukung penguatan pasar modal Indonesia yang berkelanjutan.
Related News
IHSG Melemah Tipis 0,2 Persen, Sektor Energi Paling Terpukul
Sejak Jadi APERD, KISI Transformasi Layanan One-Stop Investment
Dongkrak Layanan, Manulife Indonesia Buka Kantor Pemasaran di Jakssel
Geber Replanting, Mentan Siapkan Kebangkitan Komoditas Kelapa
ZBRA, BIPI, SOCI, dan MDIA Masuk Pemantauan Khusus, Ini Penyebabnya
BI Siapkan Implementasi QRIS di China dan Korsel Pada Triwulan I 2026





