EmitenNews.com - Faadhil Irshad Nasution menjadi pemegang lima persen saham Duta Pertiwi Nusantara (DPNS). Itu setelah Faadhil menjala 16.556.500 lembar alias 16,55 juta eksemplar. Transaksi perdana itu, telah dituntaskan pada 26 Oktober 2023.


Pembelian telat dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp420 per helai. Nah, menyusul skema harga tersebut, Faadhil dipaksa merogoh dana sekitar Rp6,95 miliar. ”Transaksi untuk kepentingan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tulis Faadhil Irshad Nasution. 


Dengan penuntasan transaksi itu, tabungan saham Duta Pertiwi dalam genggaman Faadhil Irshad tercatat 16,55 juta eksemplar. Tabulasi saham sebanyak itu setara dengan donasi sekitar 5 persen. Jauh melejit dari periode sebelum transaksi dengan koleksi nihil. 


Di sisi lain, Faadhil mengurangi kepemilikan saham Mustika Ratu (MRAT). Di mana, Faadhil membuang 2.326.700 helai alias 2,32 juta eksemplar. Transaksi penjualan telah dilakukan pada 7 Agustus 2023 hingga 27 Oktober 2023. Transaksi terjadi dengan harga Rp492.


Dengan skema harga tersebut, Faadhil Irshad meraup dana sekitar Rp1,14 miliar. Menyusul pelaksanaan transaksi itu, tabungan saham Faadhil di Mustika Ratu menjadi 23,35 juta eksemplar atau 5,46 persen. Menyusut dari posisi sebelum transaksi dengan koleksi 25,68 juta lembar setara dengan porsi kepemilikan 6 persen. (*)