Lewati Kuartal I, Kimia Farma (KAEF) Balikkan Rugi jadi Laba Bersih
:
0
Ilustrasi Kimia Farma (KAEF) mencatat laba bersih Rp123,6 miliar, membalikkan kondisi rugi Rp126,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dok. Detikcom.
EmitenNews.com - Melewati kuartal I tahun 2026, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) Menunjukkan kinerja menggembirakan. Perseroan mencatat laba bersih Rp123,6 miliar, membalikkan kondisi rugi Rp126,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sang dirut mengungkap langkah transformatif telah membuahkan hasil.
Dalam keterangannya Kamis (30/4/2026), Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam mengatakan, capaian tersebut mencerminkan hasil restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.
“Capaian di kuartal I 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa langkah-langkah transformatif yang kami ambil kini mulai membuahkan hasil,” ujar Djagad Prakasa.
Perseroan menjalankan transformasi bisnis melalui penguatan enam pilar utama: ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, dan sinergi antar entitas grup.
Di luar itu, Perseroan mencatat pertumbuhan laba kotor sebesar 11,06 persen menjadi Rp824,8 miliar dibandingkan Rp742,6 miliar pada kuartal I 2025, didorong efisiensi beban pokok penjualan melalui perbaikan rantai pasok.
Sementara itu, kinerja operasional juga menguat dengan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sebesar Rp153,8 miliar atau tumbuh 61,29 persen dibandingkan Rp95,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Keberhasilan pembalikan kinerja tersebut ditopang oleh penataan struktur organisasi dan sumber daya manusia, serta peningkatan efisiensi operasional.
Di luar itu, dukungan pemegang saham melalui Bio Farma dan Danantara Asset Management turut memperkuat stabilitas likuiditas perusahaan dan mempercepat restrukturisasi utang. ***
Related News
Cek 12 Saham Emiten Cum Dividend Hari Ini (15/6), Ada BBCA sampe KIJA
TAMA Mendadak Batal Jual Aset Rp64,5 Miliar di Jaksel, Simak Alasannya
Pendapatan Ambles 51 Persen, OASA Masih Rugi Rp42,78 Miliar di 2025
Jatuh Tempo 4 Juli, Mandiri Amankan Dana Rp1,95T Lunasi Green bond
Tantang Dominasi YUPI, Akasha (ADES) Bidik Pasar Gummy Rp15 Triliun
Raffi-Nagita Pegang Kendali, VISI Copot Komisaris Utama dan 1 Direksi





