EmitenNews.com - Pemulihan IHSG ke level 6.000 pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026) belum cukup menarik dana asing kembali ke Bursa IDX.

Kiwoom Sekuritas mencatat net sell investor asing masih hampir Rp80 triliun sejak awal tahun, meski indeks sudah rebound 12% dari titik terendah 5.317.

Head of Research Kiwoom, Liza Camelia Suryanata, menyebut akar persoalan bukan di teknikal pasar.

"Risk premium Indonesia belum normal. Rupiah, fiskal, kebijakan, dan governance masih jadi pertanyaan investor global," tulisnya dalam riset Jumat (12/6/2026).

IPO SpaceX Sedot USD75 Miliar

Tekanan tambahan datang dari global. SpaceX (SPCX) milik Elon Musk itu debut di NYSE Jumat malam (12/6) dengan valuasi USD1,77 triliun. IPO ini menghimpun USD75 miliar, terbesar sepanjang sejarah. Antrean berikutnya terdapat pula emiten elit global teknologi seperti OpenAI dan Anthropic yang valuasinya bisa tembus USD1 triliun.

Bagi fund manager global, ini berarti ada alternatif parkir uang baru. Liza menambahkan bahwa, "Likuiditas global berpotensi tetap di AS dibanding mengalir ke emerging markets."

Gap narasi menurut Liza juga kian melebar. Pasar Indonesia masih didominasi bank, komoditas, konsumsi, dan hilirisasi, sementara AS jual cerita AI.

Judi Bola World Cup 2026 Ancam Likuiditas Domestik

Risiko lain muncul dari World Cup 2026 di Amerika Utara. Taruhan legal global diproyeksikan USD60 miliar, naik 71% dari World Cup Qatar 2022. Transaksi judi online Indonesia sendiri tembus Rp286,8 triliun pada 2025. Kiwoom memperkirakan Rp30–Rp60 triliun bisa berputar ke judi bola selama turnamen.