EmitenNews.com - Emiten dengan struktur kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding concentration (HSC) berjumlah 67. Itu menyusul 5 tambahan baru, dan 1 pengurangan. Lima emiten pendatang baru telah ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Oktober 2026.

Sedang satu emiten dibebaskan dari HSC pada 30 September 2026. Lima emiten pasien baru HSC tersebut yaitu Bank Mestika Dharma (BBMD) 99,25 persen, Sillo Maritime Perdana (SHIP) 98,30 persen, Dayamitra Telekomunikasi alias Mitratel (MTEL) 95,58 persen, Akasha (ADES) 95,10 persen, dan Sarana Meditama (SAME) 94,99 persen.

Lima emiten itu masuk HSC berdasar metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat per 1 Oktober 2026. Sedang MGLV bebas HSC berdasar kajian, dan metodologi pada 30 September 2026.

”Mmeski begitu, pengumuman tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” tegas Yulianto Ayi Sadono, Direktur Bursa Efek Indonesia. 

Dengan demikian, jumlah 67 emiten berstatus HSC menjadi sebagai berikut.

1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) - 99,99%

2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) - 99,96%

3. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) - 99,95%

4. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) - 99,95%

5. PT Golden Flower Tbk (POLU) - 99,94%