EmitenNews.com- Pembukaan perdagangan Hari ini Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan emiten baru yakni PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU). Emiten konstruksi tersebut telah mencatatkan saham di BEI pada Selasa, 8 Desember 2020 dengan kode saham PTDU. Pada perdagangan perdananya, harga saham PTDU langsung menyentuh Batas Autorijection Atas (ARA) yaitu dengan kenaikan harga saham hingga 35 persen, atau menyentuh lever Rp135 per lembar saham dengan volum 10,20 Ribu dan frequency hanya 11 kali. Saham PT Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU)  tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia. PTDU resmi menjadi perusahaan tercatat ke-47 di tahun 2020 di BEI .PTDU bergerak di bidang konstruksi dan perusahaan holding. Diketahui, PTDU akan menawarkan sebanyak 300 juta saham baru dengan harga nominal Rp 50 per saham. Dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham, maka diperkirakan PTDU akan mengantongi dana segar dari hasil initial public offering (IPO) sebesar Rp 30 miliar. Djasa Ubersakti akan menggunakan Rp 5 miliar dana hasil IPO untuk membayar utang bank. Selain itu, sekitar 44% dana IPO juga akan dialokasikan untuk pembelian alat dalam rangka peremajaan alat. Sementara sisanya, akan dipergunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional. Dalam penawaran umum perdananya ini, Djasa Ubersakti dibantu oleh PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sekedar informasi saja, pemegang saham terbesar Djasa Ubersakti adalah PT Teknindo Geosistem Unggul dengan kepemilikan 52,08% sebelum IPO dan akan turun menjadi 41,67% setelah IPO. Pemegang saham lainnya adalah PT RSK Investasi Unggul yang kepemilikannya akan turun dari 39,58% menjadi 31,67%. Sedangkan pemegang saham lainnya adalah Rama Adiwena dan Radman Ediwena dengan kepemilikan masing-masing 4,17% sebelum IPO dan turun menjadi masing-masing 3,33% setelah IPO. Sementara saham publik PTDU akan mencapai 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.