EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) makin ekspansif masuk paruh kedua 2023. Itu dilakukan dengan mengembangkan kerja sama bersama sejumlah institusi hingga organisasi masyarakat (ormas). Tindakan itu diambil dalam meningkatkan penyaluran pembiayaan perumahan. 


Salah satu bidikan yaitu Muhammadiyah, ormas Islam asuhan mendiang KH. A Dahlan. Muhammadiyah menjadi mitra strategis anak usaha BTN, yaitu UUS BTN (BTN Syariah) untuk mendorong penyaluran pembiayaan perumahan. Sebagai bentuk komitmen, BTN Syariah meneken perjanjian kerja sama atau PKS mengenai pelaksanaan penyaluran pembiayaan perumahan melalui program tabungan rumah Tapera bagi peserta pekerja mandiri Muhammadiyah. 


PKS Tripartit itu, diteken Bank BTN, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) serta Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah. ”Kami berharap kerja sama ini makin memudahkan warga Muhammadiyah memiliki rumah dengan akses pembiayaan mudah, murah, dan cicilan terjangkau via program pembiayaan pemilikan rumah melalui dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR Sejahtera diterbitkan bank berskema akad syariah sesuai ketentuan perbankan syariah BTN Syariah," harap Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank BTN, usai penandatanganan PKS Tripartit, di Jakarta, Selasa (25/7).


Pembiayaan itu, mengakomodasi Warga Muhammadiyah termasuk peserta pekerja mandiri Muhammadiyah belum memiliki rumah melalui skema Saving Plan. Nasabah cukup menabung sebesar angsuran dan iuran Tapera selama 3 bulan sebagai syarat untuk mengakses program pembiayaan dimaksud. Kalau lolos verifikasi, nasabah dapat melanjutkan Akad KPR Sejahtera dengan uang muka 1 persen, angsuran tetap dengan marjin 5 persen, dan jangka waktu hingga 20 tahun. 


Nah, untuk syarat pengajuan antara lain seluruh warga Muhammadiyah belum pernah memiliki rumah, dan memiliki penghasilan maksimal Rp7 juta (belum menikah), dan  Rp8 juta (menikah). ”Hari ini kami mengundang 30 nasabah melaksanakan akad secara on-site pada acara penandatanganan PKS, dan akad secara on-line melalui zoom 373 nasabah. Kami berharap kerja sama ini pada 2023 BTN Syariah dapat menyerap 2.000 unit rumah bagi Warga Muhammadiyah,” tegas Nixon.


BTN Syariah membidik potensi pembiayaan dari kerja sama itu, senilai kurang lebih Rp500 miliar, termasuk didalamnya KPR Sejahtera atau subsidi. Sedang potensi dana pihak ketiga diharap meningkat  menjadi sekitar Rp1,2 triliun. Dengan jaringan outlet BTN Syariah seluruh Indonesia 33 Kantor Cabang Syariah, 67 KC Pembantu Syariah, 5 Kantor Kas Syariah, dan pengalaman lebih dari 18 tahun melayani masyarakat Indonesia, Nixon optimistis target tersebut dapat tercapai.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan Indonesia sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy berharap kerja sama BTN Syariah, BP Tapera, dan Muhammadiyah saling berbagi manfaat. ”Tolong buat skema lebih fleksibel, terutama warga sudah memiliki lahan untuk jadi perumahan, InsyaAllah tidak ada kredit macet kalau bekerja sama dengan Muhammadiyah," tegas Muhadjir.


Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Adi Setianto menyampaikan, kerja sama itu untuk mewujudkan perluasan kepesertaan pekerja mandiri atau informal sebagai peserta, dan percepatan penyaluran rumah Tapera bagi warga Muhammadiyah. Adapun targetnya segmen pekerja mandiri atau informal dengan penghasilan tidak tetap seperti Wiraswasta, UMKM, Pemuka Agama, Penceramah, status pekerjaan tidak tetap seperti para pekerja kontrak, guru, dan staf honorer. 


”Penerima manfaat yang akan akad hari ini merupakan peserta unbankable, dan bankable. Untuk kategori pertama peserta dinyatakan unBankable oleh bank akan tetap mendapat kesempatan menerima manfaat #RumahTapera dengan cara menabung (Tabungan+Angsuran) selama 3 bulan secara konsisten sebelum dinyatakan menjadi bankable oleh bank,” ucap Adi.


Peserta kategori ke-2 dinyatakan bankable dapat langsung menerima manfaat. Selanjutnya, diharap dapat membayar angsuran, dan tabungan #RumahTapera. ”Tabungan beserta pengembangan akan dikembalikan pada saat tenor berakhir,” ujar Adi. (*)