EmitenNews.com - Siapkan Rp266,9 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memutuskan melunasi obligasi jatuh tempo. Manajemen emiten Prajogo Pangestu (TPIA) itu, melaporkan kesiapan dana untuk melakukan pembayaran pokok atas Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap IV Tahun 2021 Seri A yang akan segera jatuh tempo.

Berdasarkan surat resmi pada Senin (5/10/2026), diketahui bahwa nilai pokok obligasi Seri A yang harus dibayarkan Rp266.950.000.000. Obligasi tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada 29 Oktober 2026.

Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk, Suryandi, menyatakan bahwa proses pembayaran pokok obligasi beserta kupon terakhir nantinya akan disalurkan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sesuai ketentuan yang berlaku.

Suryandi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sesuai Perubahan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, dengan ini kami sampaikan informasi terkait kesiapan dana Perseroan dalam melakukan pembayaran pokok Obligasi. 

Pembangunan Fasilitas CA-EDC Masuki Tahap Pemasangan Peralatan Utama

Sementara itu, pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang digarap PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), telah memasuki tahap pemasangan berbagai peralatan utama. 

Hingga September 2026, kemajuan fisik proyek berinvestasi lebih dari USD 800 juta ini telah mencapai sekitar 80 persen dan berada pada jalur yang tepat menuju target operasional pada 2027.

Diketahui peralatan utama yang mulai dipasang meliputi process vessels, heat exchangers, pumps, compressors, hingga absorption towers. Pemasangan komponen-komponen tersebut menandai pergeseran fokus proyek dari penyelesaian struktur dasar menuju pembentukan sistem proses produksi terintegrasi. 

Selain itu, infrastruktur penunjang seperti jetty, jetty trestle, serta fasilitas penyimpanan juga terus dibangun untuk memperlancar rantai distribusi.

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menegaskan pentingnya fase ini dalam mendukung keandalan operasional fasilitas di masa depan. Fokus perseroan memastikan setiap tahapan konstruksi dan instalasi berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan standar keselamatan, kualitas, dan keandalan fasilitas.