EmitenNews.com - Anabatic Technologies (ATIC) mendapat dana segara Rp420 miliar. Fasilitas itu mengucur deras dari TIS Inc. TIS Inc merupakan pemegang saham perseroan 37,30 persen berdasar data 31 Desember 2022.
Anabatic telah melakukan dua pembayaran kembali kepada TIS Inc., pada 29 Juni 2022 sejumlah Rp10 miliar, dan pada 29 Desember 2022 senilai Rp10 miliar. Dengan setoran itu, jumlah pokok pinjaman berdasar perjanjian pinjaman yaitu nilai jumlah total pokok pinjaman menjadi Rp400 miliar.
Alokasi penggunaan dana tersebut untuk pembayaran sebagian utang bank, dan beban bunga akrual entitas induk yang diperoleh dari Bank KEB Hana Rp135,93 miliar. Pembayaran seluruh utang bank dan beban bunga akrual entitas induk dari Bank OCBC dengan total Rp74,13 miliar.
Pembayaran seluruh pinjaman entitas induk yang diperoleh dari BPT, CTI, HIN, dan VTI. Entitas anak, dengan total sebesar Rp151 miliar. Pembayaran utang usaha kepada pihak ketiga dengan total Rp32,41 miliar. Pembayaran sebagian untuk utang kepada anak perusahaan CTI dengan jumlah keseluruhan utang sejak 15 Oktober 2020 sebesar Rp101,98 miliar.
Pinjaman tersebut berdurasi satu tahun dengan ketentuan bisa diperpanjang berdasar kesepakatan. Bunga pinjaman dalam amandemen kelima ini tidak ada perubahan dengan disepakati 4,25 persen per tahun. Perseroan harus membayar kembali sepenuhnya jumlah pokok beserta bunga berlaku, dan timbul secara bersama-sama pada tanggal pembayaran kembali yang disepakati dalam perjanjian pinjaman.
Pertimbangan transaksi ini dalam memenuhi urgensi kebutuhan modal kerja perseroan di tengah kondisi perekonomian masih belum menentu. Fasilitas pendanaan amat ketat untuk diperoleh perseroan dari perbankan dalam negeri. Selain itu, untuk mengembangkan bisnis usaha perseroan.
Transaksi itu, memberi beberapa keuntungan bagi perseroan. Di antaranya suku bunga rendah, syarat, dan ketentuan lebih fleksibel. Selain itu, pinjaman juga salah satu komitmen TIS Inc., sebagai salah satu pemegang saham untuk turut mengembangkan bisnis perseroan secara efisien untuk bersaing secara kompetitif dalam industri pengelolaan sistem teknologi informasi. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG