Makin Bengkak, Grup Djarum (BELI) Defisit Rp28,3 Triliun
:
0
Pengurus Global Niaga berfose didekat patung Banteng Wulung, Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Global Digital Niaga (BELI) sepanjang 2025 boncos Rp2,35 triliun. Berkurang 7,11 persen dari periode sama tahun sebelumnya minus Rp2,53 triliun. Dengan hasil itu, rugi per saham emiten Grup Djarum tersebut menciut menjadi Rp17 dari sebelumnya Rp20.
Pendapatan bersih Rp22,36 triliun, melambung 33,81 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp16,71 triliun. Beban pokok pendapatan Rp18,45 triliun, mengalami pembengkakan dari fase sama 2024 senilai Rp13,42 triliun. Laba kotor terkumpul Rp3,9 triliun, mengalami lonjakan dari Rp3,29 triliun.
Beban penjualan Rp2,09 triliun, bengkak dari Rp2,01 triliun. Beban umum dan administrasi Rp3,85 triliun, bertambah dari Rp3,71 triliun. Pendapatan lainnya Rp110,85 miliar, mengalami koreksi dari Rp141,41 miliar. Beban lainnya Rp81,28 miliar, bengkak dari Rp75,43 miliar.
Rugi usaha Rp2,01 triliun, berkurang dari Rp2,36 triliun. Pendapatan keuangan Rp67,14 miliar, naik dari Rp49,88 miliar. Biaya keuangan Rp253,75 miliar, susut dari Rp261,83 miliar. Beban pajak penghasilan bersih Rp100,94 miliar, bertambah dari Rp68,49 miliar. Rugi tahun berjalan Rp2,3 triliun, turun dari Rp2,53 triliun.
Total ekuitas tercatat Rp9,45 triliun, menyusut dari akhir tahun sebelumnya Rp9,81 triliun. Defisit Rp28,3 triliun, bengkak dari Rp26,02 triliun. Jumlah liabilitas Rp8,34 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp6,37 triliun. Total aset Rp17,8 triliun, mengalami lonjakan dari Rp16,16 triliun. (*)
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





