EmitenNews.com - H Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad resmi menguasi 10,08 miliar saham Bayan Resources (BYAN). Artinya, ada peningkatan saham yang diserap H Isam sekitar 84.087.870 helai alias 84,08 juta lembar. Sebab, berdasar perjanjian pada 16 September 2026, H Isam hanya membeli 10 miliar melalui Jhonlin Baratama.

Lonjakan saham H Isam itu, menyusul perubahan perjanjian jual beli saham bersyarat antara BYAN dengan Jhonlin Baratama. Perubahan itu, sehubungan transaksi penjualan saham Bayan milik Dato' Low Tuck Kwong, dan Elaine Low.

Perubahan dilakukan terhadap perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) sebelumnya diteken pada 16 September 2026. Perubahan perjanjian kemudian ditandatangani Dato' Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama pada 1 Oktober 2026.

Perubahan itu, meliputi pembaruan atas jumlah saham biasa BYAN yang akan dialihkan kepada H Isam via Jhonlin Baratama, yaitu dari semula sejumlah 10.000.000.500 saham biasa menjadi 10.084.088.370 saham biasa perseroan," tegas Jenny Quantero, Direktur Bayan Resources.

Meski begitu, pelaksanaan transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan. Setelah transaksi tuntas, dan seluruh persyaratan terpenuhi, Jhonlin Baratama akan memiliki 10.084.088.370 saham Bayan Resources. ”Perubahan perjanjian itu, tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” imbuhnya.

Menyusul transaksi itu, saham BYAN menanjak 9,80 persen atau 1.200 poin menjadi Rp13.450. Enam bulan terakhir, saham BYAN telah melesat 22,83 persen setara 2.500 poin dari edisi 7 April 2025 di level Rp10.950. Saham BYAN ditopang market cap Rp448,33 triliun dengan price earning rasio 30,16 kali.

Limpahan Jumlah Investor

Per akhir September 2026, jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID BYAN meledak 65,76 persen menjadi 8.187 investor. Artinya, ada limpahan 3.248 pemegang saham dari edisi Agustus 2026 hanya 4.939 pihak. Jumlah saham free float 7,09 miliar lembar setara 21,29 persen. Pemilik manfaat akhir tetap Dato’ Low Tuck Kwong dengan porsi 40 persen.

Berdasar data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 September 2026, kepemilikan saham BYAN di atas 1 persen sebagai berikut. Di mana, Sumber Suryadaya Prima mengemas saham BYAN sekitar 3,33 miliar lembar alias 10 persen, Korea East-West Power 1,33 miliar saham setara 4 persen, Korea Wester Power 1,33 miliar lembar alias 4 persen, Korea Southern Power 1,33 miliar helai atau 4 persen, Korea Midland Power 1,33 miliar eksemplar selevel 4 persen.

Selanjutnya, Korea South-East Power 1,33 miliar lembar atau 4 persen, Jenny Quantero mengemas 994,97 juta helai atau 2,98 persen, Low Tuck Kwong 13,41 miliar helai selevel 40,25 persen, Lim Chai Hock menguasai 1,08 miliar eksemplar alias 3,26 persen, dan Elaine Low menggenggam 7,33 miliar saham setimbang dengan 22 persen. (*)