EmitenNews.com - PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) telah menetapkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 100 per saham. Harga ini berada di tengah-tengah rentang harga book building antara Rp 90 per saham hingga Rp 110 per saham.
MANG mengeluarkan sebanyak 762,50 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham, setara dengan 20% dari modal yang telah disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO. Potensialnya, calon emiten dengan kode saham MANG ini dapat mengumpulkan dana segar sebesar Rp 76,25 miliar. Masa penawaran umum MANG akan berlangsung dari 3 hingga 9 Januari 2024.
Seluruh dana yang dihimpun oleh Manggung Polahraya dari penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya emisi, akan sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk biaya konstruksi gedung dan bangunan, pembangunan infrastruktur jalan, produksi aspal hot mix, produksi beton ready mix, serta pengeluaran gaji dan tunjangan.
MANG juga berencana menerbitkan hingga 228,75 juta Waran Seri I, setara dengan 7,50% dari total saham yang ditempatkan dan disetor. Waran Seri I ini akan diterbitkan dengan harga pelaksanaan Rp 125, dan dapat dilaksanakan setelah 12 bulan hingga 24 bulan setelah penerbitan, yaitu mulai tanggal 13 Januari 2025 hingga 12 Januari 2027. Total dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I mencapai Rp 28,59 miliar.
Seluruh hasil dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan oleh Manggung Polahraya sebagai modal kerja untuk memenuhi kebutuhan operasional. Perlu diketahui bahwa Manggung Polahraya berfokus pada bidang jasa konstruksi gedung dan infrastruktur jalan, dengan pelanggan termasuk pemerintah, badan usaha, dan individu yang berusaha di berbagai sektor seperti pembangunan perumahan, bangunan komersial, terminal pelabuhan penyeberangan, perawatan jalan raya dan tol, serta pembangunan layanan umum seperti gedung pendidikan dan fasilitas olahraga.
Related News
WIKA Beton (WTON) Raup Laba Rp40 Miliar, Siap Hadapi Pemulihan Siklus
MORA Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Serap Saham Publik yang Tolak Merger
WGSH Siap Tebar 1 Miliar Saham Bonus, Recording Date 7 April
Obligasi dan Sukuk RATU Catat Kelebihan Permintaan 6,8 Kali
Cisadane (CSRA) Catat Lompatan Penjualan, Laba Ikut Terkerek 25 Persen
Alih Kendali Internal, FAPA Pindah Tangankan Saham Senilai Rp18,77T!





