EmitenNews.com - Burhanuddin Abdullah mengundurkan diri sebagai Direktur Utama PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). Kepastian mundurnya mantan Gubernur Bank Indonesia itu, dari emiten jasa keuangan dan investasi itu, dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/9/2026).

Manajemen mengumumkan pengunduran diri Burhanuddin Abdullah itu sebagai bos SMMA tertuang dalam surat Keterbukaan Informasi yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia.

Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (1/10/2026), Wakil Direktur Utama Sinar Mas Multiartha, Eric Buntoro menyampaikan manajemen telah menerima surat resmi  Burhanuddin Abdullah melepas kursi dirut SMMA.

Kendati demikian, keputusan tersebut baru akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.

Yang jelas, Eric menegaskan bahwa pengunduran diri ini tidak memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan usaha maupun performa keuangan perseroan.

"Tidak ada dampak kejadian, informasi, atau fakta penting terhadap Perseroan, baik berupa dampak terhadap kegiatan operasional, kondisi dan proyeksi keuangan, dampak hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan," papar Eric Buntoro dalam keterbukaan informasi tersebut.

Seperti diketahui, Burhanuddin Abdullah merupakan tokoh senior di bidang moneter dan perekonomian nasional. Ia Gubernur Bank Indonesia ke-12 periode 2003–2008 serta Menteri Koordinator Bidang  Ekonomi,  Keuangan, dan Industri (Ekuin) pada 2001.

Di luar aktivitas profesionalnya, alumnus Universitas Padjadjaran dan Michigan State University ini juga memimpin Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai Ketua Umum selama dua periode berturut-turut pada 2003–2008.

Pada Pilpres 2024, Burhanuddin Abdullah memegang peran strategis sebagai Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. ***