Manuver Emiten Prajogo Pangestu di Grup Prodia (PRDA) Jelang IPO PRDL
:
0
Bos Grup Barito Prajogo Pangestu. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Grup usaha konglomerat Prajogo Pangestu melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendiversifikasi investasinya ke sektor kesehatan dengan menggenggam 1,48% saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). TPIA baru masuk sebagai pemegang saham PRDA pada April 2026.
Meski begitu, petinggi Chandra Asri Group menegaskan pembelian saham PRDA hanya bagian dari pengelolaan portofolio investasi jangka pendek. Aksi itu tidak terkait langkah strategis maupun aksi korporasi perseroan.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi dalam pernyataan resminya Sabtu (20/6/2026) menjelaskan investasi tersebut merupakan aktivitas pengelolaan portofolio keuangan untuk optimalisasi dana.
“Perlu kami tegaskan bahwa investasi saham PRDA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio keuangan yang bersifat non-strategis dan tidak terkait dengan rencana ekspansi, akuisisi, kemitraan strategis, maupun perubahan fokus bisnis Chandra Asri Group,” ujar Suryandi.
Suryandi menambahkan kepemilikan saham PRDA tidak mencerminkan keterlibatan TPIA dalam operasional, pengelolaan, maupun pengambilan keputusan bisnis Prodia. Chandra Asri Group menyatakan tetap fokus pada strategi pertumbuhan jangka panjang dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Jelang IPO PRDL
Klarifikasi TPIA muncul menjelang ramainya investor ritel yang mengaitkan hubungan dialogis TPIA hingga Prajogo Pangestu dengan IPO PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL), anak usaha Grup Prodia di bidang laboratorium diagnostik, afiliasi PRDA itu.
PRDL akan melantai di BEI pada 9 Juli 2026 dengan menawarkan maksimal 522,9 juta saham baru atau 30% modal. Harga penawaran dipatok di rentang Rp100–Rp120 per saham.
Sementara itu, pemegang saham pengendali PRDA, PT Prodia Utama, tetap menggenggam 57% saham PRDA pasca manuver TPIA.
Pada kuartal I 2026, PRDA membukukan pendapatan Rp1,4 triliun dan laba bersih Rp17,9 triliun, naik 150,1% secara tahunan. Perseroan mempertahankan struktur keuangan solid dengan total aset Rp2,6 triliun dan ekuitas Rp2,4 triliun.
Related News
KKGI Tebar Dividen Rp58,4 Miliar Meski Laba 2025 Hanya USD2 Juta
Gelar RUPS, MHKI Ketok Dividen Tunai Rp9,9 Miliar
Saham Jeblok 70 Persen Digembok, Usai Buka Lagi Langsung Ngacir ARA
Rayakan HUT Ke-72, Phapros Beber Transformasi Industri Hijau Lewat Ini
IPO JEC Eye Hospitals (JECX) Gaet Trimegah (LG) Bidik Dana Rp683,18M
IHSG Awal Pekan Dibuka Volatil, Naik Tipis 0,35 Persen





