Maruwai Coal Rilis Obligasi Rp2 Triliun, Pefindo Beri Rating idAA
:
0
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA dengan prospek (outlook) stabil untuk PT Maruwai Coal serta Rencana Obligasi I Tahun 2026 senilai Rp2 triliun. (Foto: International Mining)
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA dengan prospek (outlook) stabil untuk PT Maruwai Coal serta Rencana Obligasi I Tahun 2026 senilai Rp2 triliun.
Berdasarkan laporan ikhtisar peringkat Pefindo yang dirilis di Jakarta, Rabu (7/10), penetapan peringkat tersebut mencerminkan posisi kompetitif Maruwai Coal yang sangat kuat, integrasi operasi pertambangan yang sangat baik, serta profil keuangan perusahaan yang sangat kuat.
Kendati demikian, Pefindo memberikan catatan bahwa penilaian peringkat perusahaan dibatasi oleh profil bisnis yang terkonsentrasi serta tingginya paparan terhadap volatilitas harga komoditas global.
Pefindo menyatakan peringkat perusahaan berpotensi dinaikkan jika Maruwai Coal mampu memperkuat profil bisnis secara material melalui diversifikasi sumber pendapatan maupun peningkatan keberlanjutan bisnis, dengan tetap mempertahankan kinerja operasional dan keuangan yang kuat.
Sebaliknya, peringkat dapat mengalami tekanan jika perseroan mengalami penurunan pendapatan atau EBITDA secara berkelanjutan, termasuk akibat potensi tertundanya pembangunan coal handling and processing plant secara signifikan atau kenaikan tingkat utang yang memperlemah kemampuan memenuhi kewajiban keuangan.
Maruwai Coal merupakan salah satu produsen batu bara metalurgi terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 6 juta ton. Perseroan mengoperasikan tambang Lampunut di Kalimantan Tengah yang mencakup area pertambangan seluas 24.990 hektar.
Per 31 Maret 2026, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melalui anak usahanya, PT Alam Tri Daya Indonesia, memegang kepemilikan saham efektif sebesar 99,99 persen di Maruwai Coal.
Penerbitan obligasi Rp2 triliun dengan peringkat idAA ini menjadi instrumen investasi penting di Bursa Efek Indonesia. Dukungan fundamental dari induk usaha dan posisi kuat di industri batu bara metalurgi memberikan kepastian bagi pelaku pasar modal di tengah dinamika sektor pertambangan nasional.(*)
Related News
SMKM Kebut Akuisisi PanAsia dan LSO Holdings Kuartal I 2027
PTPP Tabulasi Kontrak Baru Rp9,3 Triliun, Terbesar dari Sektor ini
Makin Mantap! H Isam Borong Lagi Puluhan Juta Saham BYAN
Injeksi HighPeak Rp3,6 Triliun, Saham Grup Bakrie ini Siap Manggung
Jababeka (KIJA) dari Kawasan Industri ke Ekosistem Entrepreneur
Tambah Modal Simas Bank Timor Leste, SMMA Perkuat Operasional





