EmitenNews.com - PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) hingga saat ini belum menyampaikan laporan keuangan (lapkeu) sejak Laporan Keuangan Interim Triwulan III Tahun 2024. Emiten yang didirikan Asep Sulaeman Sabanda (Sultan Subang) ini masih meraih laba bersih di tahun 2025.

Direktur Utama BEBS Firdaus dalam keterbukaan informasi yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/8/2026), menyatakan saat ini Perseroan sedang melakukan proses penyelesaian laporan keuangan periode-periode berikutnya, termasuk laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

“Keterlambatan tersebut terutama berkaitan dengan adanya kebutuhan untuk melakukan penelaahan, rekonsiliasi, dan koreksi atas pencatatan akuntansi pada periode sebelumnya,” jelas Firdaus secara tertulis.

Menurut Firdaus berdasarkan hasil penelaahan Perseroan, diperlukan penyajian kembali (restatement) atas laporan keuangan periode yang terdampak, yang selanjutnya akan dilakukan melalui proses audit sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan ketentuan yang berlaku.

Terkait dengan hal tersebut, Perseroan saat ini sedang melakukan pengumpulan dan rekonsiliasi data keuangan, penyiapan dokumen pendukung, serta penyusunan data dan informasi yang diperlukan untuk proses audit dan penyajian kembali laporan keuangan.

“Perseroan juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa Kantor Akuntan Publik (KAP)  dalam rangka persiapan pelaksanaan audit atas laporan keuangan dan proses penyajian kembali tersebut,” jelas Firdaus.

Firduas menyatakan, Perseroan akan menyelesaikan proses penunjukan KAP dan melanjutkan proses audit serta finalisasi laporan keuangan yang disajikan kembali.

Setelah proses audit dan finalisasi selesai, Perseroan akan menyampaikan laporan keuangan kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Perseroan menargetkan penyelesaian proses penunjukan KAP dan persiapan audit pada akhir tahun 2026,” katanya.

Raih Laba Bersih

Firdaus memaparkan, berdasarkan data keuangan internal (management accounts) BEBS yang masih dalam proses penelaahan dan dapat mengalami penyesuaian dalam proses audit dan/atau penyajian kembali, pendapatan tahun 2025 tercatat sebesar Rp27,98 miliar.