EmitenNews.com - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengucurkan biaya eksplorasi Rp58,18 miliar atau setara sekitar US$3,26 juta di Tambang Nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) selama kuartal III 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keyakinan atas sumber daya nikel sekaligus mengidentifikasi potensi penambahan sumber daya mineral.

Dalam laporan eksplorasi untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, MBMA mencatat telah menyelesaikan 1.607 lubang bor inti dengan total kedalaman pengeboran mencapai 41.289 meter.

Program tersebut didominasi pengeboran infill, yakni pengeboran di area sumber daya yang telah diketahui untuk meningkatkan tingkat keyakinan dan mendukung peningkatan klasifikasi sumber daya dari kategori tereka menjadi tertunjuk dan terukur.

Seluruh kegiatan eksplorasi dilakukan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral melalui pengeboran inti berlian (diamond drilling), pemetaan geologi, pengambilan sampel permukaan, serta survei geofisika menggunakan Ground Penetration Radar (GPR).

Selain pengeboran, eksplorasi regional mencakup survei garis grid sepanjang 127,3 kilometer untuk persiapan survei GPR dan akuisisi data GPR sepanjang 117,9 kilometer. MBMA juga melakukan pemetaan geologi dan pengambilan sampel permukaan di area PB dan BR23 seluas 722 hektare, dengan total 53 sampel dikumpulkan.

Kegiatan regional tersebut difokuskan pada area prospektif di sekitar wilayah tambang yang sudah beroperasi maupun area yang direncanakan untuk pengembangan tambang mendatang. Langkah ini ditujukan untuk mendukung penambahan sumber daya mineral secara berkelanjutan.

Ke depan, MBMA akan melanjutkan program pengeboran untuk mendefinisikan sumber daya dan meningkatkan klasifikasinya. Pengeboran eksplorasi juga akan diarahkan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya tambahan, didukung pemetaan geologi dan survei GPR guna mencari indikasi mineralisasi nikel laterit baru di wilayah izin usaha pertambangan SCM.