MDIA Masih Andalkan Film India Sebagai Mesin Cuan ANTV
:
0
Ilustrasi program film India di ANTV
EmitenNews.com - PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), induk usaha ANTV, menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada bisnis utama penyiaran televisi free-to-air (FTA) dengan konten hiburan keluarga yang menyasar segmen wanita dan anak.
Menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia, Corporate Secretary MDIA Andrew Santoni Hutasoit dalam keterangannya, Kamis, 15 Januari 2025, menyampaikan bahwa Perseroan secara konsisten menjaga keberlanjutan program unggulan, khususnya serial dan film India yang memiliki basis pemirsa kuat, dengan pengelolaan program yang selektif guna menjaga relevansi tayangan dan jangkauan audiens.
Selain memperkuat bisnis inti, MDIA juga terus mengoptimalkan fondasi operasional dan tata kelola usaha, serta mendorong penguatan lini digital melalui sinergi dalam Grup VIVA. Konten unggulan TV FTA didistribusikan kembali ke berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan pemirsa, termasuk segmen digital-native.
Memasuki 2026, Perseroan menyiapkan strategi penguatan portofolio konten hiburan dengan menghadirkan film nasional dan sinetron berkualitas sebagai pelengkap tayangan India yang telah menjadi andalan ANTV. Program-program tersebut akan didukung kegiatan off-air guna meningkatkan brand awareness.
Di sisi industri, manajemen menilai persaingan TV FTA masih berlangsung sehat dan kompetitif, dengan peluang pertumbuhan yang tetap terbuka. Meski belanja iklan mengalami pergeseran akibat transformasi digital, TV FTA dinilai tetap relevan sebagai medium untuk menjangkau audiens massal, khususnya bagi pengiklan sektor FMCG.
Dari sisi kinerja, hingga 30 September 2025 MDIA membukukan pendapatan Rp465 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp483,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, berkat efisiensi operasional, beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp368,1 miliar dari Rp453,5 miliar.
Alhasil, laba usaha melonjak signifikan menjadi Rp97,1 miliar, dibandingkan Rp29,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Related News
Rugi Menipis, Pendapatan Emiten Grup Djarum Melonjak Signifikan
Utang Dibayar Negara, PEFINDO Kembali Kerek Rating Waskita (WSKT)
Jauhi Klub Gocap, Emiten Grup Bakrie Boncos 184 Persen
Strategi RELF Hadapi Suku Bunga Tinggi dengan Target 2026 Rp59,54M
ASGR Jadwal Dividen Rp297 per Helai, Yield 13,38 Persen
Jadi Pengendali, Kharisma Cipta Towerindo Tambah Porsi Saham BALI





