Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari tekanan pada awal pekan ini. Indeks acuan saham domestik ditutup turun (0,17 persen) ke level 6.200 (26/03). Enam sektor tercatat turun adalah sektor Infrastruktur dan barang konsumsi turun paling tajam, yaitu masing-masing (0,60 persen) dan (0,55 persen). Meski demikian, empat sektor lainnya berhasil naik. Pertambangan memimpin dengan kenaikan +1,22 persen diikuti saham sektor industri dasar yang menguat +0,89 persen, perkebunan +0,51 persen dan konstruksi dengan kenaikan +0,27 persen. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebanyak Rp906 miliar. Saham-saham yang menjadi market leader adalah BBNI, TPIA, PGAS, SMBR, PSAB dan market laggard adalah BBCA, TLKM, UNVR, BDMN, ASII. Pasar saham Amerika Serikat (AS) rebound pada perdagangan awal pekan. Indeks DJIA naik +2,84 persen ke level 24.202, Nasdaq Composite +3,26 persen ke level 7.221, dan indeks S&P 500 naik +2,72 persen ke level 2.659. Ketiga indeks di Wall Street tersebut mencetak hari terbaik dalam 2,5 tahun, setelah kekhawatiran perang dagang antara AS dan China mereda. Kekhawatiran perang dagang berkurang karena AS dan China dilaporkan bersedia untuk menegosiasikan kembali tarif pajak dan ketidakseimbangan perdagangan. Reli pasar saham terutama disokong saham teknologi, setelah sektor teknologi turun hampir 6 persen di S&P 500 pada pekan lalu. Pagi ini bursa regional menguat, IHSG fluktuatif menguat terbatas (6.170 – 6.260)
- PRDA Targetkan Penambahan 16 Outlet Baru
- Blue Bird Siapkan Capex Rp 1,2 Triliun
- Laba DOID Naik 26,04 persen
- Pendapatan DILD Turun 4,3 persen
- WEGE Bagi Dividen Rp 56,57 Miliar
- Laba ERAA Naik 28,7 persen
Related News
Sell Indonesia: Bukan Akal-Akalan Barat Saat Angka Berbicara
Serok-Serok Jadi Gembel, Investor Ritel Dipaksa Mati Konyol
Urgensi Demutualisasi BEI Diuji, Awas Risiko Benturan SRO
Ujian Berat IHSG: Outlook Danantara dan Reklasifikasi MSCI
Di Balik Outlook Negatif Moody’s ke Danantara, Ada Ilusi & Intervensi
GOTO & Danantara, Nasib Ritel Unyu di Balik Mandat Negara





