Mega Capital Update: IHSG Berpotensi Cenderung Flukuatif dan Melemah Terbatas
Pagi ini bursa regional menguat, Indeks harga saham gabungan (IHSG) fluktuatif melemah terbatas (6.090 – 6.180). IHSG kembali melanjutkan pelemahan dan ditutup turun -1,1 persen di 6.140 (28/03). Hanya sektor pertanian (+1,09 persen) yang mengalami kenaikan sedangkan sektor lainnya melemah terutama sektor aneka industri (-2,10 persen). Saham BDMN, SMAR dan MYOR menjadi market leader sedangkan saham HMSP, BBNI dan BMRI menjadi market laggard. Untuk year to date, IHSG telah mengalami koreksi sebesar -3,38 persen. Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan bursa Asia menyusul koreksi saham berbasis teknologi di bursa AS. Wall Street ditutup melemah dengan Dow turun -0,04 persen, S&P 500 turun -0,29 persen, dan Nasdaq turun -0,85 persen. Saham berbasis teknologi antara lain Apple, Amazon dan Netflix memicu koreksi. Selain itu, pasar juga memperhatikan isu perdagangan global apabila terjadi perang dagang antara AS dan China. Adapun Departemen Perdagangan AS merilis data ekonomi AS dengan pertumbuhan +2,9 persen pada kuartal IV 2017, atau di atas 2,5 persen yang dilaporkan sebelumnya.
- JSMR Kucurkan Dana untuk Penyelesaian Proyek
- Rugi INAF Naik 166,58 persen
- ADRO Akuisisi 80 persen Tambang Batubara Rio Tinto
- HRUM Akuisisi Mayoritas Saham Cucu Usaha AKRA
- JSKY Anggarkan Capex Rp 200 Miliar
- Laba Bersih GGRM Naik 16,86 persen
Related News
Misteri Mesin Uang Pulau Obi, Mengapa Laba NCKL Tumbuh Tak Wajar?
Di Balik Rekor ANTM, Ada Lubang Hitam dan Tantangan Valuasi Mengintai?
MIDI dan Amputasi Lawson, Mengapa Buang Aset Justru Pertebal Kantong?
Dilema Sang Raja Retail, Menelisik Retakan di Balik Dominasi Alfamart
Mesin Uang Pakuwon, PWON Stabil karena Sewa atau Nilai Kurs?
Adu Raksasa Properti, Mengapa Laba CTRA Melesat Saat BSDE Tertekan?





