Melonjak 36 Persen, Laba Bersih Indofood (INDF) Capai Rp2,36 T di Kuartal I-2022
:
0
EmitenNews.com – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengumumkan kinerja keuangan Kuartal I-2022, yang membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 12% menjadi Rp27,45 triliun dari Rp24,55 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha naik 6% menjadi Rp5,20 triliun dari Rp4,91 triliun, dan marjin laba usaha turun menjadi 19,0% dari 20,0%. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 36% menjadi Rp2,36 triliun dari Rp1,73 triliun, dan marjin laba bersih meningkat menjadi 8,6% dari 7,0%.
Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, mengatakan: “Di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini, Indofood berhasil mencatatkan kinerja yang positif di kuartal pertama tahun 2022 ini. Ke depannya, kami akan melanjutkan upaya mempertahankan kinerja Indofood di pasar dalam negeri maupun di luar negeri dengan menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas, meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, serta tetap waspada terhadap perkembangan situasi.”
Tentang PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Indofood merupakan sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari skala ekonomis serta ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (”Grup”)
Related News
Injeksi HighPeak Rp3,6 Triliun, Saham Grup Bakrie ini Siap Manggung
Jababeka (KIJA) dari Kawasan Industri ke Ekosistem Entrepreneur
Tambah Modal Simas Bank Timor Leste, SMMA Perkuat Operasional
BLOG Sudah Pakai Semua Dana IPO, Terbesar Rp92M Simpan Sini Aja
Perluas Akses Nasabah, BNI (BBNI) Pasarkan SBR015 Lewat wondr by BNI
Pembiayaan BSI (BRIS) Tumbuh Lebih Agresif, Capai Rp344 Triliun





