EmitenNews.com - Wilmar Indonesia (CEKA) per 31 Desember 2025 mengemas laba Rp194,59 miliar. Melorot 40,11 persen dari episode sama tahun sebelumnya sebesar Rp324,94 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar laba tahun berjalan susut menjadi Rp327 dari sebelumnya Rp546. 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp9,73 triliun, mengalami peningkatan 21,62 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp8 triliun. Beban pokok penjualan Rp9,28 triliun, bengkak 24,56 persen dari edisi sama akhir 2024 senilai Rp7,45 triliun. Laba kotor terkumpul Rp447,36 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebelumnya Rp546,04 miliar. 

Beban penjualan Rp128,37 miliar, bertambah dari Rp99,9 miliar. Beban umum dan administrasi Rp63,09 miliar, susut dari Rp63,16 miliar. Laba selisih kurs Rp3,61 miliar, turun dari Rp4,46 miliar. Laba pelepasan aset tetap Rp507,66 juta, susut dari Rp722,77 juta. Beban operasi lain-lain Rp9,93 miliar, drop dari surplus Rp2,81 miliar. 

Total beban usaha Rp197,29 miliar, melonjak dari Rp155,06 miliar. Laba usaha Rp250,07 miliar, susut dari Rp390,98 miliar. Pendapatan bunga Rp20,36 miliar, turun dari Rp27,19 miliar. Pajak final atas pendapatan bunga Rp3,78 miliar, susut dari Rp5,42 miliar. Pendapatan bunga neto Rp16,57 miliar, turun dari Rp21,76 miliar. 

Pendapatan lain-lain Rp16,57 miliar, susut dari Rp21,76 miliar. Jumlah ekuitas Rp2,01 triliun, melonjak dari Rp1,9 triliun. Total liabilitas Rp473,85 miliar, berkurang dari akhir tahun sebelumnya Rp476,49 miliar. Jumlah aset Rp2,48 triliun, melonjak dari akhir 2024 senilai Rp2,38 triliun. (*)