Meluncur Agustus, Adhi Karya (ADHI) Aktifkan Work Station OCC LRT Jabodebek
:
0
EmitenNews.com - Adhi Karya (ADHI) mengaktifkan work station Gedung Operation Control Center (OCC) Depo LRT Jabodebek, Bekasi Timur. Itu dilakukan sekaligus untuk memastikan persiapan operasi sarana, dan prasarana LRT Jabodebek.
Pengaktifan work station telah mampu memantau kegiatan seluruh lintas pelayanan, seluruh power supply atau aliran listrik dari Traction Power Substation (TPSS), dan thrid rail sudah aktif memberikan daya. ”Aktivasi OCC satu milestone penting proyek LRT Jabodebek. OCC bagian penting dari operasi Communication Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation Lv 3 (GoA 3). Seluruh pemantauan dan pengaturan operasi LRT Jabodebek dilakukan dari OCC,” tutur Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Senin (28/2).
Hasil itu, tentu membuat Adhi Karya bangga. Pasalnya, tidak sedikit kendala merintang kala pandemi. Baik itu mobilisasi pekerja, maupun penyediaan dana. Namun, perseroan tetap bergerak dengan semangat untuk mampu mengejar target sesuai jadwal. ”Dengan begitu, soft operation dapat berjalan tepat waktu,” imbuh Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson.
Berdasar rencana, proyek LRT Jabodebek dipatok selesai tepat waktu, dan beroperasi pada Agustus 2022 mendatang. Depo LRT Jabodebek dibangun di atas tanah seluas 100 hektare (ha) dengan bangunan pendukung, antara lain Light Maintenance memiliki 10 jalur untuk pemeriksaan, dan perawatan ringan LRT Jabodebek, seperti perawatan harian, hingga perawatan bulanan.
Heavy Maintenance memiliki 8 jalur yang digunakan untuk perawatan besar LRT Jabodebek dengan siklus perawatan tahunan. Stabling Track merupakan lokasi parkir bagi rangkaian kereta LRT Jabodebek yang nantinya akan dioperasikan setiap hari, hingga Gedung OCC berfungsi sebagai pengaturan pergerakan atau traffic dari kereta LRT Jabodebek.
Pada gedung OCC, Adhi Karya menyediakan beberapa fasilitas pendukung. Misalnya, maintaining, controlling hingga operator training. LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation Lv 3 (GoA 3). LRT Jabodebek akan beroperasi secara otomatis, dan dengan pemantauan perjalanan dari work station pada gedung OCC.
Hingga Februari 2022, keseluruhan progres pembangunan LRT Jabodebek telah mencapai 89,2 persen dengan pembangunan Depo LRT Jabodebek mencapai 77 persen. (*)
Related News
WEGE Siapkan Divestasi Aset Rp1 Triliun, Kontrak Baru Agustus Melejit
Saham EMAS Naik Kencang Sejak Awal Juli, Komisaris Lepas Saham Rp3,93M
PIPA Proyeksikan Target Akuisisi Ini Jadi New Growth Engine 2027
Geser Hapsoro, Sosok Ini Gantikan Kepengendalian Emiten Broker (PADI)
Kinerja JPFA yang Baru Ditinggal Wafat Komutnya Meroket di Semester I
Nihil Peminat, Pengendali Baru KETR Kembali Perpanjang Tender Sukarela





