EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat sepanjang perdagangan Selasa, 22 Maret 2022. Itu seiring lonjakan bursa Asia. Apalagi, pelemahan IHSG kemarin karena net sell para investor asing, dan bursa Amerika Serikat (AS) tidak kunjung menguat.
Mestinya, kala pasar modal domestik merebak aksi net sell, aliran dana menuju AS. ”Jadi, IHSG akan bergerak pada rentang support 6.930, dan resisten 6.980,” tutur Alwin Rusli, Research Analis Reliance Sekuritas.
Candle IHSG pada perdagangan kemarin membentuk higher low meski tidak dibarengi higher high. Itu sedikit memberi indikasi masih ada kekuatan bullish. Sejumlah saham berpotensi naik perdagangan hari ini yaitu ASII, MPPA, MLPL, BTPS, BCAP, MDKA, WEHA, HRUM, IPPE, KKGI, BULL, dan ISAT.
IHSG kemarin bergerak sideway di kisaran 6.955,18. Sektor pendorong IHSG yaitu transportasi melesat 2,02 persen, teknologi melangit 1,71 persen, dan industri surplus 1,56 persen. Investor asing membukukan net sell Rp383,24 miliar, dengan saham paling banyak di distribusi yaitu TLKM, ASII, dan EMTK.
Sementara itu, pelemahan melanda bursa saham AS Wall Street. Itu terjadi menyusul pernyataan Chairman The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat, dan lebih besar dari rencana. Tindakan itu, untuk menanggulangi lonjakan pertumbuhan inflasi.
Meski terjadi pelemahan bursa AS, namun bursa Asia pagi ini diperdagangkan di zona hijau. Indeks Nikkei menguat 1,3 persen, dan indeks Kospi melambung 0,4 persen. (*)
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





